Bersih Saja Tidak Cukup

Pemerintah bersih saja tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat namun harus dengan membentuk pemerintahan bersih untuk rakyat yang tidak mengabdi untuk kepentingan asing.

Bagaimana menurut anda?

Komentar

34 Komentar

Ridwan - June, 13 2009 @ 13:55

karena korupsi dinegeri ini sudah membudaya, maka yang perlu diperhatikan adalah tentang subtansi pendidikan. agar generasi kedepan terbangun dengan budaya yang lebih baik dan bersih

Dodi Ganefo - June, 13 2009 @ 16:49

Duh..pertanyaan agak rancu dan pabaliut….rapiin dulu pertanyaan baru sy kasih komentar. Pake bahasa yg simpel dan tidak ber putar2. Oke..kan mumpung belum lama umur Blognya….

lullabiezt - June, 15 2009 @ 12:48

sebenernya cukup bisa dimengerti sih mas dodi, poin yang saya tangkep adalah keterlibatan kepentingan asing dalam pemerintahan. Saya sepakat itu tidak boleh terjadi, jangan sampai mereka turut campur urusan dalam negeri kita.

Kalau sampai ada kepentingan pihak asing dalam pemerintahan, namanya kita dijajah secara tidak langsung dan itu harus dihentikan!

kelik - June, 15 2009 @ 15:47

Kita tak bisa menghindar dari terkaman pasar situan modal+negara. Maka satusatunya cara melawan mungkin dengan menulis, mencerca, atau me­nertawakan. Selebihnya ilusi. (Goenawan Mohamad)
Adakah pemikiran yang tidak semuram itu ,selain di internet..?

endroarianto - June, 15 2009 @ 16:58

saya setuju dengan pemikiran bapak di atas ..lanjutkan pak budiono

yogi - June, 16 2009 @ 14:26

Ikutan koment yach …
sejahtera itu masalahnya yang ndak bisa didefinisikan dan sulit ditemukan nilai kesepakatannya karena sangat normatif. jadi pemerintahan yang bersih merupakan bagian dari kesejahteraan. ( kerja nyaman, kompetisi sehat, fair dan saling menyadari dengan mengingat kembali budaya budaya toleransi , tenggang rasa yang saat ini semakin memudar karena terlalu banyaknya doktrin kapitalis ( asing ) yang harus disikapi dengan baik. intinya pernyataan pemerintahan bersih tidak cukup diatas perlu diganti pemerintahan bersih merupakan bagian dari nilai nilai kesejahteraan.

sudirman - June, 16 2009 @ 17:33

menurut saya yang dimau rakyat kita tak banyak-banyak amat. asal makan cukup, bisa kerja, anak bisa sekolah, biaya kesehatan terjangkau, rapi urusan

denial - June, 17 2009 @ 02:07

setuju pak sudirman.. yg penting kenyang..

nandito - June, 17 2009 @ 01:14

pemerintahan yang jujur,bersih,adil, dan tegas serta…cerdas!!!dengan memanfaatkan kepentingan asing untuk mensejahterakan rakyat indonesia,jangan di balik2,mensejahterakan rakyat demi kepentingan asing….

Arie - June, 17 2009 @ 02:12

Kata “demi kepentingan asing” sulit dihindari selama kita masih mengandalkan utang untuk menutup defisit APBN kita. Dalam era kepemimpinan Presiden SBY, usaha untuk membuat pemerintahan yg bersih sudah cukup terlihat. Namun upaya2 hukum yg telah ada kurang memberikan efek jera karena ringannya sanksi hukum bagi perbuatan KKN.

jihan - June, 17 2009 @ 02:38

Kalau boleh bertanya,

Bagaimana sih menerapkan pemerintahan yg bersih? Apa sih arti pemerintahan yg bersih? Kalau bersih apa perlu bebas KKN? Bagaiamana dgn Ibas di DPR?

Terus kalau menolak asing, apa mungkin? terus bagaimana caranya? Lah wong hutang saja sama orang asing? Kita saja kalau mau pinjam ke bank pasti ada syarat dari bank? Jadi apa mungkin menolak asing spt ketika rakyat demonstrasi protes kenaikan BBM, atau ketika negara devisanya tdk cukup sedangkan ekonomi dunia sedang kusut spt sekarang ini?

Lalau jalan tengah spt apa yg bapak tawarkan? Yudonomic kok saya gak ketemukan di buku2 ekonomi dan internet? Yudonomic itu apa sih pak?

cahgebang - June, 17 2009 @ 02:43

Di mana ada kemauan untuk maju pasti bisa.
Kita sudah terlalu lama dalam keadaan ” No where ” Rakyat mah yang tau asal dapur ngebul, kerjaan ada. Pasti bisa. Untuk membenahi Indonesia, sekali lagi building character, perlu ada kebanggaan.
Semua di mulai dari yang visi yang bisa di capai nga muluk muluk . Ketika terpilih Bapak Boediono..apa kira kira bentuk yang gamblang dengan pemerintahan yang bersih itu :) nanya di balik tanya :)

Eddy - June, 17 2009 @ 03:09

Dari 2 artikel yang saya baca (dari WW dan Tony Prasetyantono) + provoking question di atas, saya melihat blog ini belum layak untuk diluncurkan, bahasa yang digunakan masih bahasa lisan (hasil wawancara) yang ditulis secara langsung tanpa proses editing. Meskipun saya bisa menangkap intinya, blog ini tidak enak untuk dibaca.

Sebagai pendukung Pak Boediono, saya sarankan agar Dewan Redaksi bisa mengkoreksi bahasa dan tulisan dalam blog ini sebelum dipublikasi. Sayang sekali apabila kapasitas intelektual Pak Boed malah terganggu dengan penggunaan bahasa tulisan yang tidak tepat dalam blog ini.

Ahasveros - June, 17 2009 @ 07:01

Pertanyaannya tak jelas. Asing itu siapa? Kepentingannya apa? Ekonomis? Ideologis? Coba baca buku Ilusi Negara Islam itu. Asing adalah Timur Tengah? Amerika dan Eropa? Atau jangan-jangan yang asing itu adalah yang bukan Jawa. Manusia Indonesia memang aneh, malah sangat aneh. Seperti katak dalam tempurung. Perhatikan debat-debat konyol di kanal-kanal televisi, masa kita hidup dalam dunia yang sangat terbuka lalu dituntut untuk tidak saling mempengaruhi.

felix - June, 17 2009 @ 07:06

Pak Boedi Yth.

Ini kok pertanyaannya macam gini sih pak?
Saya tau ini bukan bapak yang nulis.
Tegur saja pak orang yang buat pertanyaan macam ini.
Bisa menurunkan imej blog ini lho pak.

salam hangat dari saya

imot - June, 17 2009 @ 08:14

untuk mensejahterakan seluruh rakyat di indonesia ini semua urusan di pemerintahan hrs mudah dan sederhana SDM hrs bagus dan smart serta ikhlas didalam menjalankan tugas sesuai profesi gaji hrs layak dan hrs bisa disisakan untuk menabung bukan gali lubang tutup lobang alias gaji g cukup dibuat makan 1 minggu, kita bangun potensi daerah dengan RAPBD kita kerja bersama-sama rakyat diaerah tsb membuat pabrik dll dan semua masyarakat kompeten disitu kita training untuk langsung bekerja dipabrik dan sesuai dengan perkembangan dan kemajuannya masyarakat tsbt diberikan hak untuk memiliki dan memelihara pabrik tsb dan seteruskan harus berkembang mulai dri pendidikan,kesehatan dan fasilitas lain sehingga tdk ada pengangguran ,urbanisasi, transmigrasi…. dll krn didaerahnya berkembang dengan sendirinya sampai anak cucunya ok begitu saran orang awam untuk mensejahterakan dan keadilan bagi selurah rakyat indonesia negara yang kaya raya hasilbuminya…….

imam - June, 17 2009 @ 08:25

saya rakyat biasa yang berpikir dengan logika yang dangkal.
bagaimana bisa mewujudkan pemerintahan yang bersih, kalau dari awal saja tim sukses anda banyak yang dari pejabat bumn? kan melanggar ketentuan?

rexy shanen - June, 17 2009 @ 08:40

Pemerintahaan yg bersih adalah hal yang mutlak tdk bisa ditawar lagi. Seberapa bagusnya program, kalo pelaksananya berjiwa korup, percuma. Lanjutkan Pak Boed tekat kita yg luhur untuk kemuliaan negara ini. Sikat habis yg coba2 korup lagi terutama pejabat2 daerah yg jadi raja2 kecil itu. Saya hanya mengelus dada ketika didaerah sumatera utara ada kepala daerah yg sebelumnya terkenal sbg RAJA NINJA SAWIT/PREMAN malah jadi bupati. Sedangkan mengenai kepentingan asing? apa kita mau jadi negara KUBA? China saja membuka dirinya, mengapa kita mau jadi sok hebat malah menutup diri. NGAWUR

Denis - June, 17 2009 @ 09:57

Saya pelajar pak. kurang lebih tahun ini ingin kuliah. tapi saya juga harus kerja. .
tapi kenapa yah Universitas negri di Indonesia ga tersedia program exstensi (program sabtu-minggu) biar bisa biayain kuliah sendiri. . .
saya prihatin, banyak pelajar indonesia yang pintar tapi tidak mampu melanjutkan kuliah hanya karena kekurangan biaya. akhirnya mereka memaksakan untuk bekerja walawpun pendidikannya minim akhirnya mereka hanya bisa bekerja di sektor informal. . . bagaimana solusinya pak? ?

ben - June, 17 2009 @ 10:05

Kehidupan bapak cukup makmur………
Tinggal mengukir prestasi untuk pribadi dan anak cucu……… Bersih aja tidak cukup……Perlu membangun KEMANDIRIAN BANGSA……….Itulah tugas berat yang akan menanti……SEMOGA NIAT BAIK SELALU MENDAPAT BERKAH DAN KEMUDAHAN…..AMIN

threedadi - June, 17 2009 @ 11:31

Pertama kali saya perlu sampaikan persetujuan saya pada beberapa pendapat sebelumnya.. bahwa pertanyaan ini kurang tertata dan tidak mengesankan diskusi kita dengan pak Boed.. padahal itulah yang saya yakin kita ingini bersama.. Moderator perlu menjaga bobot blog ini demi nama baik pak Boed sendiri..

Kalaupun mau kita tarik 3 intisari pertanyaan yang diajukan.. menurut saya, dalam upaya mensejahterakan rakyat, sah-sah saja adanya kerjasama / investasi asing. Pemerintahan yang bersih menjamin bahwa prosesnya tidak memberi keuntungan pribadi segelintir pihak dan pejabat dan bebas KKN. Agar tidak menjadi abdi asing, maka negosiasinya harus lebih menguntungkan pihak kita. Kepentingan asing pasti tetap ada. Mana ada asing yang mau kerjasama kalau tidak juga punya kepentingan. yang penting porsinya. Itu sebabnya baik juga kita negosiasi ulang investasi2 eksplorasi alam kita yg dikelola asing. Semuanya harus juga berdampak positif bagi perkembangan lapangan kerja dan kekuatan ekonomi masyarakat setempat.
Akankah pemerintahan bersih mensejahterakan masyarakat ?.. ya tentu tidak semudah itu. TEtapi seperti pendapat beberapa rekan di atas, cukup sederhana koq kriteria sejahtera untuk rakyat pada umumnya.. pekerjaan, pendidikan, kesehatan. Nah mampukah pemerintah benar2 membersihkan kebijakannya di sektor2 ini ?.. misalnya, bagaimana agar pungli2 dan upeti2 dalam mendirikan usaha dan operasional industri dihilangkan, sehingga industri efisien dan memungkinkan perluasan usaha dan lapangan kerja ?.. mampukah anggaran pendidikan yg katanya meningkat sungguh2 dipakai sebagai peningkatan kualitas pendidikan di seluruh nusantara (bukan sekedar sekolah gratis tapi tidak berkualitas).. dan mampukah puskesmas2 memperoleh dukungan murni (tidak dikorupsi) dan indutri farmasi menjadi efisien sehingga akses pengobatan dan obat yang terjangkau dapat dirasakan masyarakat… Pemerintahan yang bersih bukan sekedar presiden dan wapres serta menteri2nya tidak korupsi… tapi harus berarti bersihnya jalur dari kebijakan sampai aktualisasinya.

rikoy - June, 17 2009 @ 11:56

hidup rakyat..

godman - June, 17 2009 @ 12:02

Pak boed yang terhormat,
saya orang awam tentang pemerintahan.
Saya agak heran dengan pernyataan “pemerintahan yang bersih saja tidak cukup “. Saya tidak setuju dengan pernyataan ini karena sebenarnya kalau SATU HARI SAJA pemerintah Indonesia ini (mulai dari pusat sampai ke desa ) menjalankan aktifitasnya dengan bersih, maka pemasukan ke kas negara sangat banyak. Itu akan mensejahterakan rakyat. saya akan memberikan satu contoh nyata. apabila ppn yang kami bayar (seluruh Indonesia ) pada saat berbelanja di swalayan-swalayan benar-benar ( dengan jujur ) dikumpulkan oleh petugas pajak, maka dalam satu hari saja pemerintah dapat membiayai operasional satu kabupaten dalam satu bulan di Aceh.
jadi pernyataan tadi ( pemerintahan yang bersih saja tidak cukup )saya sangkal dengan tegas. bagi kami rakyat kecil ini PEMERINTAHAN YANG BERSIH SAJA PUN SUDAH CUKUP PAK.
Mari kita befikir secara sedehana saja pak. tidak usah muluk-muluk
Demikian.
Wassalam

imot - June, 17 2009 @ 13:15

urun rembug dan contoh :saya sebagai orang awam memang sudah merasakan sejak dulu kalau yang namanya urusan dipemerintahan gak mudah spt ngurus sertfikat tanah,izin bangunan dll..padahal semua dokumen2x yg diperlukan sudah lengkap ternyata tidak semudah yang diperkirakan ya itu salah satunya muncul yang aneh2x spt …..sebab kayaan mulai dulu kondisinya dibuat demikian dan org yg melayani pengurusan surat2x itu ngomong dengan sombongnya yang perlu siapa…… nah ini yang jdi masalah sebab moral/mental dri org2x tsb yg gak baik nah inilah yang perlu di benahi system nya dan diberikan sangsi keras kepada org2x spt itu, tpi semua kesehjateraan org2x tsb memang harus dipikirkan, dan sebagai masukan untuk rekruitmen SDM di pemerintahan harus bagus moral dan mentalnya serta dibuatkan hukum yang bisa membuat orang sadar bahwa ….itu adalah salah dan org2x tsb dengan ihklas dan sabar mereka melayani masyarakat sehingga dapat dihindari talang yang bocor mulai dari atas ke bawah dan sebaliknya ok Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Haryo - June, 17 2009 @ 14:35

ikut Komentar:
Mengenai pemerintah yang bersih, ini merupakan harga mati untuk kesejahteraan bangsa ini, berikan penghasilan yang besar(mencukupi) untuk PNS dan bagi yang terbukti korupsi hukuman yang setimpal adalah hukuman Mati (buat apa di penjara ngabisin uang negara saja).

Saya rasa itu sudah cukup untuk mensejahterakan bangsa ini.

tofan - June, 17 2009 @ 15:12

Pemerintahan bersih adalah dasar yang kuat untuk mewujudkan negara yang besar. Tidak cukup kalau hanya bersih saja. Harus ada kemauan, kepandaian dan ketepatan.

cahaya - June, 17 2009 @ 15:50

semoga menjadi cahaya bagi negeri ini

rizky_ry - June, 17 2009 @ 17:05

sepakat.

Lanjutkan!

Isnan Franseda - June, 18 2009 @ 03:10

.. dan harus mau melayani kepentingan masyarakat tanpa pandang bulu ..

jihan - June, 18 2009 @ 06:38

Mas Edy,

Saya cuma tanya kok di bilang provocating questions.
Kalau saya sudah dapat jawaban kan saya tidak perlu menulis. Lagi pula saya lihat penulis lain juga antusias untuk menggali lebih dalam pertanyaan-pertanyaan saya itu. Itu kan namanya sistem pembelajaran dua arah bukan?

Mas Threedady,

Di susun? Jadi ingat di Korea Selatan semuanya sudah di tata sebelum masuk TV.

eNDANG - June, 18 2009 @ 13:33

Setuju Pak, memang pemerintahan bersih saja tidak cukup, tapi harus diikuti lembaga tinggi lainnya seperti : parlemen dan peradilan.
Hasil Transparancy yang baru saja dirilis, bukankah menyebutkan dua institusi itu yang paling korup.
Saya kebetulan birokrat di daerah, kebetulan nih mau curhat.
Kita punya itikat mau memperbaiki diri, tapi institusi perasilan dan parlemen seperti DPRD, Kejaksanaan< Polres,Inspektorat : menganggap kita di pemeritnah ini seperti gudang uang, mereka tidak mau menerima kalau kita tidak punya uang yang untuk dibagi-bagi seenaknya. Yang kita kelola kan uang negara yang sampai 1 rupiah pun harus dipertanggungjawabkan.
Jadi Pak Boediono, semoga membaca tulisan ini, selain pemeritnah institusi lain juga harus dibersihkan… habis kalau kita dimintai terus dengan ancaman-ancaman, akhirnya kan kita berusaha cari uang denganberbagai macam cara untuk memenuhi keinginan mereka. terutama instituli kepolisian dan kejaksaaan pak. Semoga kalau bapak terpilih nanti bisa memilih aparat kejaksanaan dan kepolisian yg benar-benar bersih. Terima kasih

gendut - June, 18 2009 @ 16:44

debat nanti yang tenang dan sabar ya pak

jihan - June, 18 2009 @ 16:55

Mbak Endang laporkan saja kalau ada yg memeras, kalau benar rakyat akan ada di belakang anda…

jihan - June, 18 2009 @ 17:09

Aku dulu sempat kerja di perusahaan asing kelas dunia. Biasanya mereka itu pakai performance indicator. Biasanya mereka gak main2. Kalau ada yg gak senang saat itu (pelanggan) juga langsung pecat gak pakai babibu.

Perusahaanku dulu kalau terima telepon dari pelanggan biasanya di rekam. Nah kalau ada yg komplain, rekaman itu di putar kembali.

Di bagian lain spt akunting, kerja kita spt taxi. Berapa client yg di kerjakan hari ini, berapa yg kita charge buat mereka. Apa ada yg komplain?

Kalau di sales, kita punya target yg di bagi perhari, plus di tambah kepuasaan pelanggan. Setiap bulan pasti ada yg pura2 menyamar jadi pelanggan supaya kita tau apakah ada cabang a-z yg gak pro ke pelanggan. Data2 yg komplain ini di masukkan ke website resmi kantor.

Manager lebih parah lagi kerjanya. A-Z di kerjakan sendiri. Org bule biasanya gak peduli, mau terima beres. Kerja kita hrs sama dgn ekspektasi yg punya.

Jangan tanya stressnya karena setiap weekend yg ada di kepala cuma kerjaan melulu. Mereka jarang sekali mau bayar offer time.

Beri Komentar

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up