Boediono Satu-Satunya Suara Jernih

Wimar Witoelar

Saya sudah dengar buzz banyak mengenai situs ini. Saya senang sekarang ada media yang menyampaikan keberadaan Pak Boediono secara the medium is the message. Bagus bahwa Boediono ada di dunia blog, tapi ingat bahwa orang lain juga ada disitu,” kata Wimar Witoelar mengomentari lahirnya situs boedionomendengar.com ini.

It is very good dia (Boediono) ada disitu (internet) tapi sekarang dia bukan satu-satunya, jadi isinya harus terus membedakan Boediono dari kandidat lain. Saya lihat sekarang isinya sangat sesuai dengan kepribadian beliau, jadi saya hanya bisa bilang  stay the way you are, mungkin dibantu staf keluarkan soundbite yang asik mengenai neoliberal , jadi untuk meng-counter mitos-mitos yang beredar dengan ganas di masyarakat menyebarkan kerancuan. Dia (Boediono) itu adalah suara jernih. Satu-satunya dari enam calon yang  bersuara jernih,” kata Wimar yang akrab disapa WW ini.

“Dengan segala respek terhadap SBY baru sekarang dia (SBY)  menyatakan dirinya dengan memilih partner Pak Boediono. Jadi ada yang bilang, barangkali tindakan terbaik SBY selama 5 tahun adalah menunjuk Boediono,.  Tapi gak enak kalo didengar SBY, “ kata Wimar sambil terkekeh.

“Saya optimis dengan pasangan ini. Semula saya juga akan dukung SBY karena alternatif yang lain tidak bisa diterima, tapi sekarang pilihan ini bukan hanya defensif, tapi juga karena ada Pak Boediono itu secara ofensif untuk mendorong pembaruan yang kita  dukung,” lanjut Wimar saat ditemui di Perpustakaan Nasional Jakarta, Senin 15 Juni 2009, pada peluncuran buku “Boediono, Ekonomi Indonesia, Mau Kemana?

Wimar juga menyarankan agar menggunakan senjata medium utama yaitu blog dan social network. “Kami kami akan bantu anytime ada something yang bisa di link dan publish di perspektif.net . Ini  akan menjadi suatu kehormatan,” pungkas Wimar.


Simpan dalam bentuk pdf
Bookmark and Share
Kosong

Silahkan login untuk dapat memberikan rating artikel.

Komentar

20 Komentar

Mohammad - June, 16 2009 @ 01:28

Hmmm..Bagus tuh pak WW. Saya lihat wawancara pak WW dengan direktur IMPARSIAL (kalo tidak salah namanya pak Sidiq).

Uupps..bahasannya ngeri, blak-blakan apa adanya menyebut soal pelanggaran HAM dari 2 orang cawapres, dimana menyoroti ada kesan penggerakan amnesia terhadap rakyat berkaitan dengan kasus HAM di indonesia. Kata pak Wimar, jika obrolan ini di jaman Orba, bisa di bredel dan di sel tuh.

Hery - June, 16 2009 @ 02:01

Saya ikut mendukung peluncuran buku tersebut.sukses bwt andah pak.

kelik - June, 16 2009 @ 09:09

Satu-satunya suara jernih…
Ayooo pak Boed teruslah bersuara.

gendut - June, 16 2009 @ 13:01

terus berusaha pak..hasilnya serahkan saja di Atas

gatot - June, 16 2009 @ 16:31

kapan pak boed kampanye ke kalsel kami menantimu.. bravo!

myjefta - June, 17 2009 @ 08:34

betul pak Wimar, saya juga terkesan dengan terms ’satu-satunya suara jernih’. Memang bener ya, ga ada hidden interest, kalaupun ada ya pastinya yang wajar wajar saja, seperti keinginan, harapan untuk berbakti bagi bangsa dan negara, dll. Mungkin sudah dominan di Self Actualization stage sesuai Maslow.

herry soe - June, 17 2009 @ 10:37

saya pikir memang benar apa yang dikatakan Om WW, jgn defensif! karena rakyat jg butuh kejelasan, terutama mayarakat yg terpelajar. kalau rakyat bawah, mungkin sebagian sudah punya pilihan, tidak lihat siapa-siapa dan program-programnya.

lebih baik Pak SBY & Pak Boed membuat iklan kampanye yg kreatif dan juga bikin program-program kerja yg jelas. jangan cuman pada tataran Visi dam Misi. Inventarisasi semua permasalahn bangsa dan cari problem solfingnya… rinci juga rasionalitasnya. karena, rakyat sekarang tidak termakan janji, tp bagaimana orang bilang sesuatu diterjemahkan dengan nalar yg logis.

terus terang saja saya bingung lihat polah tingkah dalam kampanye Pilpres. Secara materi saya percaya Pak SBY dan Pak Boed, tp.. tdk cukup hanya sampai disitu, rasinalitas mutlak diperlukan!

sueb - June, 17 2009 @ 12:06

sepakat, pak budiono emang paling jernih dari pada dua cawapres lain. tapi bosan dengan cara kampanye lewat pencitraan sebagai orang terdhalimi yg dipake sby sejak kampanye 2004. kenapa ga lebih programatis si? iya, PS itu ngeri, dgn masalah pelanggaran ham dan kiani kertas kmrn2 itu, tapi kupikir cara kampanye dia okei tuh. lebih programatis setidaknya di iklannya.

budiono klo ama JK ga bisa ya? heheheh… ga ada basis massa ya?

tofan - June, 17 2009 @ 15:29

Menurut saya, saat ini istilah “pencitraan terdhalimi” diciptakan oleh para lawan politik itu sendiri. Akan tetapi segala pernyataan dari lawan politik SBY selalu termentahkan dan kemudian mencari cara lain dan dengan baik bisa dicounter dengan jawaban2x yang menurut saya pintar dan cerdas.
-salam-

seger bagio - June, 23 2009 @ 01:12

Seneng juga menulis komentar di Blognya orang besar seperti bapak. Sampai merinding tengkut saya. Tapi bapak baca apa tidak yaa ..?. Maaf saya pernah termmakan isu yang keliru tentang bapak. Tapi setelah saya baca Bapak di koran waktu bapak di pasuruan saya baru tahu. Kalau nitip pesan tentang pemberantasan kosupsi itu menurut saya sudah basi. Karena sudah sejak SMP saya bisa merasakan ada yang tidak beres dengan kebudayaan kita. Kalau menurut saya bagaimana anak-anak kita kedepan menjadi generasi yang lebih bermaartabat ituu saja.
Saya baja buku bapak Pengantar ekonomi makro sebagai pegangan wajib guru saya. Tipis tapi inspiratif.. Saya kenal nama Bapak dari buku itu. Saya bisa mengaggap Bapak adalahh Guru saya.
Terima kasih..

Budi - June, 23 2009 @ 08:49

Salut buat Pak Boediono..Semoga kalau menang dalam pemilu tetap idealis tapi realistis dan tidak muluk-muluk dalam memberi janji..Saya percaya ekonomi kita harus juga menganut unsur liberal disamping tetap adanya proteksi negara..Supaya manusia Indonesia dibiasakan utk bersaing,tidak hanya minta2/mengemis.Bukankah pesaingan yang sehat membuat Bangsa Ini lebih kuat???..Sekali lagi salut buat Pak Boediono..

indiva - June, 23 2009 @ 12:17

Selamat berjuang Pa… wish u all the best.. Lanjutkan!!!

topik - June, 23 2009 @ 13:50

saya sebagai warganegara dihadapkan untuk memilih capres dan cawapres yang mana yang baik utk dipilih?
Mengolah kata dan pikiran untuk diambil kesimpulan hasil dari semua masing2 calon dari kampanye yang ada di TV, cukup membuat bingung.
Tapi saya kagum terhadap cawapres Pak Boediono ini. Antara pengungkapan ide, kharisma, ketulusan terpancar kuat disini sebagai sosok yang bersih dan ingin sekali membangun negri ini. Tinggal bagaimana nanti posisi Pak Boed sebagai wapres, saya menginginkan peran Pak Boed cukup besar dalam langkah kebijakan SBY….. Wong podho ra ngerti Pak Boed yang ngasi ide ra masalah. Sing penting dicatet amal ibadahe….
Dan ada lagi, hanya saja kebanyakan menangkap dari kampanye di TV, langkah SBY kurang mengena dan kurang jelas, sehingga rakyat merasa digantung dengan pernyataan2, meski saya yakin setiap capres tentunya memiliki program yang baik untuk mensejahterakan semua rakyatnya.
No 1. program bagus tapi realisasi ga tau?
No.3 idenya jelas, langkahnya jelas, tapi realisasi nanti srudag srudug, terlalu cepat mengambil perubahan.
Jadi no 2 Lanjutkan saja..
Nah peran Pak Boed saya harapkan sebagai cawapres, ikut mengangkat pamor SBY yang terganggu dari statement2 negatif masyarakat yang muncul dari kampanye di TV.
Pak Boed jika berbicara saya kira akan lebih mencerahkan kembali pasangan ini. Pandangan Pak Boed memiliki value sendiri bagi masyarakat.
Sudah saatnya membela diri Pak, dari animo masyarakat yang terganggu dari lawan2 politik.

Galuh Ferianti - June, 24 2009 @ 13:44

saya setuju dengan mo WW,memang beliau adalah satu2nya suara jernih….dalam debat cawapres terlihat bahwa beliau memang pengayom tapi tetap tegas bersikap. tidak sepeeti cawapres yang lainnya…hanya bisa berDONGENG saja……..

ariez - June, 24 2009 @ 17:02

waduh pak wimar , tumben bapak sekarang Pro pemerintah.

dulu di pemerintahan Bj. Habibie kayaknya di mata bapak gak ada yang bener apa yang pernah di lakukan pemerintah saat itu .

Kembali ke pak Budiono , saya juga setuju ma bapak kalo pak Budiono sepertinya dapat membawa angin segar pada kemajuan negri kita , mudah-mudahan . amien.

Budi Santoso - June, 25 2009 @ 04:26

melihat acr debat cawapres kemarin, sy melihat hanya Bapak yg terasa sejuk saat memaparkan, menjawab dan mnjelaskan visi misi… aura ketulusan lebih terlhat.. dbanding 2 rivalnya yg lbh kelhatan aura ambisinya… maju terus pak… diacara debat berikutnya tlg Bapak bs lbh tmpil dg lugas tepat mengena mnjwab serangan lawan… jangan mo mngalah tnpa reaksi…

cah gebang - June, 25 2009 @ 05:10

Pokoknya tahun ini , tahun kemenangan buat seluruh kel besar di blitar, jakarta, juga di delft holland :)

santoso - June, 25 2009 @ 10:37

Harusnya seorang wimar witoelar bersikap seperti ini, jujur dalam berpendapat, berani memihak karena suatu keyakinan.. bukan karena golongan/kelompok. Ayo kita bantu dengan cara apapun untuk kebaikan bangsa.. asal dengan cara yang benar, santun dan niatan baik.
Saloed to mr. wimar witoelar..

joe - June, 25 2009 @ 10:40

saya setuju dengan om WW cuman saya mengingatkan ja klo perjuangan belum berakhir…………peningkatan daya saing bangsa juga perlu diperhatikan………..sampai kapan kita menjadi budak bangsa lain walaupun dibungkus dengan istilah TKI/TKW…………nasib rakyat perlu diperhatikan,ekonomi bukan hanya semata-semata dilihat dari tabel dan peringkat saja, yang terpenting tujuan awal negara kita”mensejahterakan rakyat”….bravo budiono

retno - June, 27 2009 @ 05:30

pak Boed kan guru, guru kan pahlawan tanpa tanda jasa.
jadi jelas saja sifat ini sudah terpatri dalam pengabdian beliau pada bangsa dan negara

Beri Komentar

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up