Membangun Jati Diri Bangsa

Visi saya dan Pak SBY untuk Indonesia 2014 adalah: Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan. Dan jati diri bangsa adalah pondasinya.

Pembangunan Jati Diri Bangsa akan menjadi topik debat Cawapres tanggal 23 nanti. Menurut anda, hal penting apa saja yang menjadi tugas kita bersama dalam membangun jati diri bangsa?

Komentar

49 Komentar

Ardani Persada - June, 21 2009 @ 12:47

Disebut jati diri karena kita berbeda, kita harus menonjolkan hal2 spesial yang kita punya tapi tidak dimiliki bangsa lain. Bisa menerima perbedaan suku dan bangsa dalam satu negara dan tetap berkomitmen untuk jalan bersama menuju Indonesia yang lebih baik, contohnya.

Eval Yahya - June, 21 2009 @ 12:55

Jati diri Bangsa Indonesia. Adalah bangsa yg besar, pemberani, bermartabat, sopan dan santun dll. dan yang paling penting saat ini Tidak berpolitik picik Seperti para politisi anti SBY…

Deni Rangga - June, 21 2009 @ 13:35

Hal Penting yang menjadi tugas kita bersama dalam membangun Jati Diri Bangsa adalah sebagai berikut :
1). Mengembalikan karakter setiap individu untuk mengingatkan kembali kepada fitrahnya sebagai makhluk ciptaan Allah s.w.t. yang mempunyai cipta, karsa dan rasa.
2). Menumbuhkan dan Mengembangkan nilai-nilai luhur yang terpancar dari hati nurani setiap manusia melalui mata, hati dan direfleksikan dalam pemikiran sikap dan perilaku.
3). Membangun Jati diri anak bangsa sebagai Bangsa yang mandiri, berdisiplin, bermoral, bertanggungjawab, konsisten dan mau bersaing dengan negara lain untuk arah kemajuan.

andre chandra - June, 21 2009 @ 14:48

pembangunan jati diri bgs yg ingin dibangun saat ini hrs benar2 dilakukan scr konsisten, pak. terutama jati diri sbg hamba Tuhan yg dipercaya oleh Tuhan utk mengelola negara, mensejahterakan rkyt & byk hal lain yg ditujukan utk rkyt TANPA MEMANDANG SARA. paling tidak,dari mental org2 yg bekerja pd instansi 2 pemerintah pd barisan bwh spt kelurahan, kecamatan & terus smp barisan atas.

Wahyu Prasetiyo - June, 21 2009 @ 16:17

Setuju satu kali putaran,,

Wahyu Prasetiyo - June, 21 2009 @ 16:36

Hidupkan sektor wisata daerah karang kates,, Waroc’s

Achmad Achyad - June, 21 2009 @ 16:47

Untuk mendapatkan identity bangsa ini yang dijabarkan
dalam Pancasila yang teramat penting sejak awal adalah pendidikan. Pendidikan anak dari usia dini adalah salah satu solusi paling fundamental untuk mengantisipasi melonjaknya pelbagai persoalan kenakalan remaja. Diusia 2-3 tahun sebaiknya anak-anak mendapat kesempatan bersosialisasi di playgroup, jenjang selanjutnya di Taman kanak-kanak karena diusia itu akan mudah dididik apabila lewat jenjang sebelumnya, anak yang mengalami di playgroup, di Taman kanak-kanak akan lebih baik berpengalaman dibanding anak-anak yang langsung ke TK, juga anak di Sekolah Dasar akan lebih baik pengalamannya bila melewat TK. dst.

Rangga - June, 23 2009 @ 00:32

Saya setuju dengan Achmad Achyad,hanya saja sangat di sayangkan ada sang pengajar tidak pancasilais jd pendidikan hanya teori saja tidak ada contoh dari sang pengajar walau tidak semua tapi rata rata yah kaya gitu,terbukti pendidikan P4 tidak berhasil yang ada bertambah kebejatannya,jd menurut saya kita cr sang pengajar yang memang mempunyai kriteria pancasilais yang baik,ada ga yah?????

Steven sterk - June, 21 2009 @ 20:49

di depan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (19/6), Boediono menegaskan bahwa dirinya akan meneruskan kebijakan privatisasi aset-aset negara ke pihak asing. Alasannya, karena birokrasi kita tidak mampu mengelola aset negara secara efisien dan transparan.Agar lebih efisien, kata Budiono yang oleh banyak kalangan dinilai penganut paham ekonomi neo-liberal, maka diperlukan pihak luar yang dapat mengelola secara efisien melalui strategi kemitraan atau privatisasi. Pihak luar dinilai akan lebih transparan dan akuntabel.

\ Pak apa tidak ada orang indonesia yang bisa memimpin bangsa ini, BUMN dengan baik,apa moral bangsa kita sudah bobrok semua termasuk bapak, apakah semua yang bobrok harus dijual bukannya diperbaiki, apakah kalo rumah Bapak gentengnya pecah dan bocor satu; bapak akan jual rumah bapak ????? tolong dijawab salam INDONESIA BANGKIT dan JAYA

triyanto hs - June, 22 2009 @ 13:42

Bicara masalah kepribadian bangsa kita harus menengok sejarah berdirinya Republik ini, bagaimana kita telah menyepakati bahwa Panca Sila adalah dasar negara, dimana sila-sila yang terkandung didalamnya merupakan roh dari keinginan luhur dan cita-cita Raja Hayam Wuruk yang diimplementasikan oleh Mahapatih Gajahmada dalam sumpah Palapanya, dapat kita maknai bahwa sebagai anak bangsa harus memiliki jiwa dan semangat cinta tanah air, iklas berjuang demi kemajuan bangsa, semangat Bineka Tunggal Ika, gotong royong dan bangga sebagai warga Indonesia.
Untuk mewujudkan sikap mental yang seperti itu kita tentu sangat mendukung Bapak SBY dan Pak Boediono terpilih dalam Pilpres ini dan kita berharap dapat memenuhi keinginan seluruh rakyat Indonesia. Kalau kita perhatikan dan rasakan hanya ada 3 hal yang diinginkan oleh rakyat Indonesia terhadap pemimpinnya ;1. Pemimpin Indonesia harus mampu mengatasi krisis ( ekonomi, kemiskinan, kebodohan, dsb. ) dan mampu mengembalikan hutang negara. 2. Pemimpin Indonesia harus mampu memperbaiki moral -moral para pemimpin yang moralnya bejat ( DPR, HAKIM, JAKSA, POLISI, Menteri, Gubernur, Bupati koruptor,dsb,) siapa yang moralnya bejat ? adalah pemimpin yang tidak memikirkan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya. 3. Pemimpin Indonesia harus mampu mengamankan dan mempertahankan NKRI ( dari serangan teror baik dalam maupun luar, tidak ada kerusuhan, tidak ada tindak kejahatan ). mungkin itu sedikit yang bisa kami sampaikan kepada Bapak Boediono untuk bekal renungan terima kasih dan mohon maaf bila tidak berkenan.

panji - June, 23 2009 @ 00:21

maaf melenceng, program sby ma budiono di bdng olah raga terutama untuk sepak bola gmn?

vian - June, 23 2009 @ 00:31

saya sebagai pemuda indonesia tidak menuntut apa2 dari pemimpin.
cuma yg saya mau, tegakkan harga diri bangsa ini.
saya dan mungkin warga indonesia lain juga akan marah juga kedaulatan kita di ganggu gugat oleh negara lain, khususnya Malaysia. jadi pesan saya untuk para calon pemimpin bangsa ini bisa betul2tegas dalam politik luar negri kita,agar negara seperti malaysia menghormati kita.
jika kita harus berperang, mengapa tidak, walaupun malaysia dibekingi negara persemakmuran. jngan lupa pak, kita bangsa yg besar dan saya yakin warga indonesia siap mati untuk negara ini,dan bukan untuk pimimpin negara ini.

Pratikto Partohusodo - June, 23 2009 @ 00:34

Hidup Gajah Mada

Fosa TDM - June, 23 2009 @ 00:37

Penempatan sejumlah produk internasional terutama dibidang fashion menjamur saat ini. Di Grand Indonesia terpampang board \Shopping town\ dan diikuti dengan LV, YSL, dll..mana jati diri bangsa jika hanya bangga pada produk luar??padahal kerajinan tangan dan produksi anak-anak bangsa dari berbagai daerah tidak kalah menarik. Justru ini yang dicari para turis asing di bali dan yogyakarta. makanya jangan heran kalau mereka lebih mengenal BALI dibanding INDONESIA. generasi muda mulai bangga jika memakai produk asing. tidak mengenal kain tenun sumba, malu menjinjing tas janur…Bukankah Indonesia mulai kehilangan keunikan karakter dan jati dirinya??
Ibarat berbangga dengan berpakaian dari kain yang tidak ditenunnya..bagaimana tanggapan bapak???

Dunia Maya - June, 23 2009 @ 00:38

menurut bpk indonesia akan maju bila indonesia menggunakan sistem ekonomi apa

RAJA (RAkyat JelatA) - June, 23 2009 @ 00:55

jati diri bangsa di miliki bila rakyat tidak ada yang kelaparan.

jati diri bangsa di miliki bila kedaulatan negara tak di injak-injak negara tetangga.

jati diri bangsa dimiliki bila di dada ada rasa nasionalisme, dan patriotik

jati diri bangsa tidak perlu ditumbuhkan, tetapi di gali lebih dalam lagi. bukan dengan ceremonial atau dengan upacara bendera, tetapi dengan mengalinya kembali nilai INDONESIA yang sesungguhnya

siapapun pemimpinnya, asal mau mengerti, memahami dan selalu berjuang demi kesejahteraan rakyat, maka negeri ini akan bermatabat dan bangsa ini kembali mempunyai jati diri.

Nur Soleh - June, 23 2009 @ 00:57

pembangunan manusia seutuhnya dengan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur , dan sejahtera dengan pengembangan dibidang Pendidikan, Ekonomi, dan kebudayaan menjadi ruh perjuangan pemimpi yang menjadi sebuah kewajiban

asari - June, 23 2009 @ 01:00

maaf jika tulisan ini tidak dapat di pahami
sebelumnya salam kpada pemimpin bangsa
bukan berarti jadi wapres dl br bisa ngaku jadi pemimpin sekarang pun udah jadi salah satu pemimpin bangsa ini
pribadi, saya sepakat saj siapapun tuk menjadi pemimpin bangsa ini
namun ku tak ingin pemimpin negeri ku hanya cari muka
namun ku tak ingin pemimpin ku lupa akan rakyat nya walau sedetik pun
maaf jika ku mengatakan para pemimpin lupa
karena memang seperti itu halnya menurut saya
mungkin sebelum kampanye kerjanya menumpuk g sempet pergi ke pasar ke kyai ke kampung nelayan
tapi pas kampanye kok sempet ya ???
pikir positif ajalah sekali-kali kan ga papa lah
dan juga mungkin ini keluh kesah ku aja
pemimpin, dengan lantangnya membanggakan keberhasilan yang sudah menjadikan indonesia sejahtera
kok masih ada kesemrawutan di mana-mana
jika telah tercapai tujuan ya tugasnya berarti dah selesai
mungkin lebih bijaknya jika mengatakan kemakmuran baru di mulai dan di LANJUTKAN kan lebih enak
katakanlah tujuan kita mo ke jogja dari jakarta dalam waktu perjalanan 10 jam
5 jam pertama kn br setengah jalan terus di lanjutkan
kl dah sampe ke jogja dalam 5 jam ya udah istirahat ajah kl di terusin ntar malah kebablasan ke mana-mana

udah lah tulisan tak jelas ini

semoga tak mengganggu semangat tuk membangun bangsa
semoga meskipun tak terpilih tetap menyumbangkan fikir dan upaya
semoga andai terpilih mampu memimpin rakyat sang pemilik sejati indonesia

Komang Priambada - June, 23 2009 @ 01:07

Saya ingin sekali berdiskusi tentang pembangunan SDM dan Outsourcing dengan Pak Budiono, yang saya tahu mengerti tentang Ekonomi lebih dari pada Politik - Komang

Wasis Sumartono - June, 23 2009 @ 01:32

Seharusnya pak SBY dan pak JK selama 5 tahun kepemimpinan pertamanya mengurangi peran industri tembakau dalam ekonomi nasional agar tidak terjadi ketergantungan pada tembakau. SAyang sekali kuota produksi tembakau tidak dikurangi, sayang sekali setelah Sampurna dibeli orang Amerika kini sebagian besar saham bentul diberi orang Inggris. Untuk membeli sumber penyakit (yaitu rokok) saja kita semakin tergantung pada orang luar, bagaimana mau mandiri? Apakah Pak SBY dan pak Budiono menerima dana politik dari Industri tembakau sehingga tidak punya nyali untuk melarang iklan rokok perusahaan tembakau transnasional yang hanya membuat orang miskin merasa rokok sebagai kebutuhan dasar sementara anak anak orang miskin merasa susu, telur dan daging sebagai barang mewah? Apa benar bahwa pak SBY terlibat dalam industri tembakau sehingga seperti halnya mantan presiden Suharto, pak SBY juga menderita penyakit Hamlet (konflik kepentingan) sehingga membiarkan industri tembakau meraja lela merusak kesehatan rakyat?
Mohon maaf jika bicara saya keras. Tapi ini saya lakukan karena saya khawatir melihat ancaman wabah tembakau terhadap kesehatan generasi sekarang dan akan datang.

ismail satriyanto - June, 23 2009 @ 01:45

1. Jadikan negara Indonesia menjadi negara Polisi yang bermartabat, Jaksa bersih, hukum ditegakkan dengan benar, tidak perlu ada KPK. KPK adalah tanda polisi kurang berfungsi.
2. Hilangkan bangsa ini dari sifat Tahayul, kurang bertanggungjawab, ngurang ngotot, sifat feodal, dan munafik yaitu ucapan dan perbuatannya selalu tidak sama contohnya adalah IKLAN ROKOK mendidik menjadi orang-orang yang tidak memiliki jadi diri yaitu munafik (saya tidak paham terhadap cara berpikir para pemimpin negeri ini, ada peringatan tetapi diiklankan, inilah negeri orang-orang gila, bagaimana bangsa ini bisa maju)
3. Meningkatkan kesejahteraan bukannya bagi-bagi uang melalui BLT, tetapi bagaimana yang mendapatkan BLT ada kewajiban untuk mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraannya atas kerjakeras dirinya sendiri.
4. Perlihatkan dimana negara-negara asing, bahwa pemerintah sangat melindungi rakyatnya yang bekerja diluar negeri, satu orang yang tersiksa diluar negeri adalah seluruh martabat bangsa ini tersiksa, satu orang bangsa Indonesia terhina dinegara asing, berarti adalah menghina negara Indonesia.

Noverry
Noverry - June, 23 2009 @ 02:33

Apa yang dimaksud dengan jati diri? Jati diri sama dengan identitas atau identik=kesamaan. Berarti kalau kita berbicara mengenai jati diri bangsa artinya kita harus tahu identitas bangsa ini.Dimana adanya identitas bangsa Indonesia? Jawabnya adalah nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada bangsa ini dan terkristalisasi dalam Panca Sila.
Jadi Panca Sila merupakan Jati diri bangsa ini, kalau tidak sesuai dengan Panca Sila berarti bukan Jati diri bangsa ini.
Dari nenek moyang kita dulu, bangsa ini telah mempunyai jati diri seperti yang termaktub dalam Panca Sila: Berketuhanan, berprikemanusian, bersatu, kerakyatan dan berkeadilan.

Dodi Ganefo - June, 23 2009 @ 04:16

Pada dasarnya setiap individu memiliki jati diri. Manakala si individu tsb berinteraksi sosial dengan sebuah koloni, maka jati diri individu tsb akan mengalami proses pembauran sehingga lahirlah jati diri dari koloni tersebut. Koloni tadi berkembang biak menjadi sebuah etnis baru di muka bumi, maka akan lahir pula jati diri entnis/kesukuan. Demikian seterusnya hingga pada tahap kesepakatan lahirnya sebuah bangsa. Disinilah munculnya jati diri bangsa yg lahir dari proses evolusi berawal dari jati diri individu tadi.
Jadi diri bangsa tdk lagi bisa di klaim oleh salah satu kelompok, krn pada level ini jadi diri tdk bisa diurai secara runut ke belakang.
Jati diri bangsa merupakan penanda sebuah perbedaan. Oleh sebab itu, dalam segala sektor, adalah keliru besar apabila bangsa kita berkiblat pada bangsa2 lain. Palsapah, sumber hukum, haluan ekonomi, budaya, sistem pendidikan dll, semua harus mencerminkan citra Indonesia dan disesuaikan untuk kebutuhan Indonesia. Jati diri tdk harus mengharamkan trasnformasi. Justru sebuan jati diri harus tetap tampak ditengah arus trasnformasi yg dahsyat.Jati diri tak lekang ditelan jaman. Dimanapun. ditengah hiruk pikuk pergaulan global jati diri bangsa harus tetap melekat.
Ada banyak jati diri bangsa kita. jati diri positif dan negatif. Santun dlm bertutur kata, semangat gotong royong, saling hormat antar sesama, adalah contoh2 jati diri bangsa kita yg harus dipertahankan. tapi masih adakah diantara kita dan pejabat2 kita yg masih mampu mengaplikasikannya dlm setiap pergaulan?
Nerimo, pemalas krn hidup di negeri subur, tdk kritis, kurang kreatif juga bagian dari jati diri bangsa kita yang pelan2 harus di tenggelamkan.
Jati diri bukan warisan. Adalah keliru kalau ada yg menyatakan Jati diri sbg warisan pendiri bangsa kita. Jati diri bangsa lahir dari sebuah pergumulan hidup yg melalui pasang surut dan pergantian rezim. Jati diri juga bukan sekedar simbol atau jargon, bukan juga kepura-puraan.Jati diri harus melekat dan teraktualisasikan dlm keseharian secara positif sehingga akan memberi nilai kebanggaan bagi yg melakukannya dan memberi manfaat bagi yang lain.
Aduh….ntar lagi deh, keburu ngantuk…nih…BERSAMBUNG

jihan - June, 23 2009 @ 08:41

Jati diri itu apa sih?

Wah belum2 Boediono sudah bilang gak org INdonesia yg mampu mengurus BUMN. Ciri org malas. Belum mencoba kok dah bilang gak mampu?

Kok merendahkan bgsnya sendiri ya? Bukannya dia malu kalau rakyat Indonesia gak bisa ngurus bisnisnya sendiri dgn benar?

Lalu apa gunanya pembangunan? Jalan? banjir? mal di mana2 sedangkan sebagian rakyatnya tdk bisa makan?

Lalu bisa dong analogikanya kita balik? Sudah 32 tahun lebih kita membangun, kok hutangnya saja yg bertamabah? Rakyat tambah miskin, papua sudah bolong, Kalimantan gundul demi GDP 3,000 dollar. Apakah perlu Indonesia di balik supaya dapat GDP 32,000 dollars? Perlu hutang berapa trilyun dollar lagi supaya GDP INdonesia tumbuh jadi GDP 32,000?

Kok belum jadi pemimpin sudah merendahkan konsumennya?
Masya Allah!

Apakah Boediono dgn SBY nantinya mampu?

Kalau cuma banyak2an hutang, siapapun bisa….

Apakah bgs ini mampu mengurus negerinya sendiri sedangkan ngurus BUMN yg ukurannya lebih kecil saja tdk mampu?

Apakah SBY-JK mampu kalau mengurus INdonesia kalau ngurus BUMN saja harus di serahkan asing? Apakah nantinya Indonesia tdk di serahkan asing supaya di manage dgn baik?

Masya Allah!

Saya juga pengen tanya apa sih ekonomi pancasila itu kok di literatur ekonomi gak ada ya?

Elias Nainggolan - June, 23 2009 @ 11:32

Tidak dikenal tidak masalah. Yang penting diKENALTUHAN. Kalau Tuhan sudah pilih Bapak, tenang-tenang saja pak, pasti terjadi. Yang penting tidak ada niat negatif di hati, supaya rencana Tuhan tetap terjadi. Maju terus pak. LANJUTKAN…

Panji Kusuma Rahayu - June, 23 2009 @ 12:10

do’a kami utk ayahanda semoga sukses capres….lanjutkan..katakan yesss.. untuk satu putaran saja….salam dari Jat Pro SBY Kec.Duren sawit jakarta Timur

Nurul Fauziati Kartika - June, 23 2009 @ 12:17

Ayoo pakk…harus bisa^^

ridwan afandi - June, 23 2009 @ 12:25

mental korupsi harus dibumihanguskan dari negeri yang kaya ini. kita punya negeri dengan kekayaan alam melipah namun ironisnya rakyatnya miskin.

dan satu lagi,, kalau bisa dan harus bisa,, tonjolkan kemandirian bangsa. jangan tergantung sama asing. aset-aset yang berharga yang menyangkut hajat hidup orang banyak jagan sampai secuil pun ada campur tangan asing. tendang keluar FREEPORT dari PAPUA!!!

Buktikan kita punya jatidiri sebagai bangsa yang besar dan kuat!!! Indonesia Bisa!!!

ERYCKSON LUDJI.IR - June, 23 2009 @ 12:27

saya relawan yang siap mensosialisasikan sby-boed, saat ini beredar black campaign dikalangan umat nasrani, namun sebagai warga negara yang berpikir positif, kami masih percaya bahwa JATI DIRI PASANGAN CAPRES-CAWAPRES NO. 2, ADALAH PANCASILA DAN UUD ‘45 YANG MENJUNJUNG TINGGI DEMOKRASI DAN PERBEDAAN. TUHAN membeerkati dan membawa Bapak2 menjadi pemimpin bangsa yang takut TUHAN untuk berkarya bagi bangsa INDONESIA

Regon - June, 23 2009 @ 12:33

Selamat Siang Indonesia n Salam Damai pak Bud..
Pembangunan Ekonomi di negara kita adalah niat dan komitmen bukan hanya kata-kata..semua teory yg ada adalah benar, cuma segelitir org yg berpikiran negatif yg selalu membuat rumit keadaan, perjuangan pasti memakan korban baik itu sedikit ataupun bayak, begitu juga dalam memutuskan sesuatu…
kami hanya mau hidup tenang saja, bukan yang lain, tolong kepada teman-teman selalu lah berpikiran positif jangan hanya bisa menulis yang bisa melunturkan jati diri bangsa kita..M E R D E K A.

Heri Bozz - June, 23 2009 @ 12:34

Kini saatnya untuk bebas dari pengaruh masa lalu yang masih menghambat kita..lanjutkan !!!

Dhina Amalia - June, 23 2009 @ 12:35

Jati diri bangsa itu dimulai dari para peminpinnya, klu peminpinnya gak benar, akan mewarnai sikap seluruh bangsa, itu yg disebut, rusak setitik nila, rusak susu sebelanga. bgimana cr membangun jati diri? wahai para peminpin, berilah cntoh yg baik bagi rakyatmu! jauhi 3 TA, harTA, tahTA, waniTA.

atwar bajari - June, 23 2009 @ 12:39

Salam sejahtera
Pak Boediono…kelihatannya sosok yang tenang, fokus, dan berhati-hati. Jika digandengkan dengan Pak SBY keduanya memiliki karakter yang sama.
Mudah-mudahan paket Capres-Cawapres mereka dengan karakter yang mirip ini menjadi solusi yang tepat lima tahun ke depan memimpin Republik ini….? Memang yang dibutuhkan adalah sosok seperti ini; tenang, fokus, berhati-hati dan berusaha menjauhkan dari kepentingan pribadi…..Sukses selalu

Sigit - June, 23 2009 @ 12:48

yg jelas no koment aja dech
soalnya tanggungan jadi pemimpin , tanggung jawabnya dunia akherat , beraaatttttt bngt , bisa2 7 turunan aja bisa ngerasain , baek seneng / duka ditanggung sendiri
, buat intropeksi diri , jdi bayangkan kalo anda saat d atas harus apa trus kalo d bawah harus apa ….., jdi setiap niatan yg akan d laksanakan berdasar tanggung jawab & di siplin

kabasaran - June, 23 2009 @ 12:53

menurut saya untuk mewujudkan Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan ada lima kata kunci yang harus menjadi pedoman dalam membentuk jati diri bangsa.
Lima kata kunci itu haruslah dihidupkan dalam setiap diri manusia Indonesia baik pemimpin maupun rakyat.

Lima kata kunci tersebut adalah biasakan SAIBA ;
( S ) yukur = manusia indonesia adalah manusia yang selalu menghiasi hari-harinya dengan syukur.
( A ) manah = manusia indonesia adalah pribadi-pribadi yang selalu menjunjung tinggi nilai2 kejujuran.
( I ) khtiar = manusia indonesia adalah pribadi2 yang ulet, mengedepankan proses dan pantang menyerah.
( B ) erkah = manusia indonesia adalah pribadi2 yang mengutamakan keberkahan ( value ) di atas capaian2 yang sifatnya kwantitatif .
( A ) dil = manusia indonesia adalah pribadi-pribadi yang selalu menegakkan keadilan.

Mari biasakan ber SAIBA -ria

SAIBA
Biasa

Biasa
Syukur pasti bahagia

SAIBA
Biasa

Biasa
Amanah pasti dipercaya sesama

SAIBA
Biasa

Biasa
Ikhtiar pasti sukses akhirnya

SAIBA
Biasa

Biasa
Berkah pasti hidup bermakna

SAIBA
Biasa

Biasa
Adil pasti nyaman dirasa

SAIBA
Biasa
Bukan
Basi …(y) a

Selamat berjuang ….

Sugito Ardiansyah - June, 23 2009 @ 12:57

Kita harus bisa melupakan hal-hal yang buruk dimasa yang lalu, yang perlu kita fikirkan adalah bagaimana meniti masa depan yang lebih baik

yudi yitno - June, 23 2009 @ 13:56

“sumber daya manusia (sdm)dan kompetensi”
orang tua yang berkompeten sangat peduli dengan kesehatan, nutrisi dan kebutuhan lainnya untuk bayi yang ada dalam kandungan ibunya -> lahirlah bayi sehat pisik dan mentalnya.
dijaga dan dirawat sesuai dengan dengan kompetensi anak sehat siap menjadi murid yang berkompeten. di bawah bimbingan guru yang berkompeten, di lingkungan dan dengan metode yang kondusif: murah, atraktif dan efektif -> murid cerdas, mahasiswa creatif menjadi sosok pemuda yang cerdas, creatif, berbudi pekerti dst sehingga membentuk sosok insan indonesia berkwalitas.
terjun ke masyarakat mereka akan menjadi sdm profesional -> petani dan pekerja handal, orang tua yang perhatian dan bertanggungjawab, bidan, perawat dan dokter profesional, guru/pengajar yang mumpuni dst.
mari kita ciptakan generasi muda berkwalitas mulai dari sekarang, mulai dari yang termudah, mulai dari diri sendiri dan keluarga, lanjutkan tanpa henti….
untuk generasi tua dan yang tidak muda lagi -> mari kita merubah diri, kembangkan potensi diri, tingkatkan kompetensi diri untuk performa unggul.
generasi muda kita perlu bimbingan, yang tidak mudapun perlu peningkatan diri –> bersama menuju insan berkwalitas, insan bermartabat –> itulah jati diri bangsa Indonesia. ayooooo!!

Rio Maulana - June, 23 2009 @ 14:41

Dulu bpk terlahir dari kalangan rakyat biasa,sekarang bpk calon wakil rakyat..jika bpk terpilih SEJAHTRAKAN rakyat biasa karna bpk juga mantan rakyat biasa..Viva SBY - BOEDIONO, nasib rakyat ad ditangan bpk..

sandy - June, 23 2009 @ 16:47

butuh desentralisasi…
dan butuh SDM yg tidak berpihak kepada golongan…
bukanya menuduh,,tetapi golongan di indonesia masih terlalu mementingkan diri sendiri..
jika bpk menjabat, PR bpk banyak untuk membenahi indonesia, mulai dari hal2 yang mendasar,,jgn terlalu terpikat oleh detail yg ga penting…
karena membangun akar yg kuat penting,,agar pohonnya kuat

Vie Ajach - June, 23 2009 @ 17:03

bapak Budiono,,saya menilai bapak punya daya kharismatik tinggi dan positif untuk mendampingin SBY melanjutkan kepemimpinan demi indonesia bersatu

Rio - June, 23 2009 @ 17:54

Pa….jika anda terpilih nanti….apakah bapa akan memperhatikan nasib karyawan dan buruh out sourching (Karyawan Kontrak)?

gian - June, 23 2009 @ 18:38

pa bila anda terpilih nanti….tlong perhatikan sarana umum yg d pkai oleh masyarkat…..
seperti jalan raya yg rusak dan lmpu pnerang jalan….

tristar - June, 23 2009 @ 18:43

Menurut saya yang paling rapuh saat ini adalah rasa nasionalisme masyarakat kita. Padahal itulah modal utama untuk membangun jati diri bangsa. Karena itulah saya berharap para calon pemimpin bangsa ini menawarkan solusi untuk meningkatkan nasionalisme. Sebagai contoh kecil, saya ingat betul bagaimana saya dan teman2 SD (bersama guru) merayakan hari pahlawan dengan menonton film2 tentang perjuangan para pahlawan Indonesia. Bagi saya kebiasaan seperti itu, walaupun dalam lingkup yang sempit (hanya melibatkan satu sekolah), mampu membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Maka saya tunggu tawaran solusi dari Bapak….terimakasih

Aries Satriyo - June, 23 2009 @ 20:03

Kepada pak Boediono YTH.,
Saya ingin menanyakan kepada bapak perihal penggulangan perekonomian yang ada di Indonesia ini.
Pertanyaan Pertama :
1. Apakah untuk memberikan jawaban masalah ekonomi bangsa ini dapat ditanggulangi dengan perekonomian secara ISLAMI ? Berhubung dengan itu, saya banyak membaca bahwa dengan ekonomi Syariah ( SHARIA LAW seperti kaca mata orang Barat memandang ekonomi Islam ) masalah Capitalism and Communism dapat dihindari dengan adanya jembatan perekonomian secara Islam itu. Masalahnya adalah dari kedua golongan besar itu Islam mengambil jalan tengah dan mengadopsi hak kepemilikan pribadi dalam hal in Capitalism dan hak kepemilikan si lemah dalam hal ini diwakili oleh Communism dan ada keadilan perekonomian diantara keduanya. Pertanyaan saya sekali lagi kepada bapak :
Dapatkah bapak mengadopsi ekonomi Islam dalam hal ini Ekonomi Shariah untuk menanggulangi masalah ekonomi bangsa ini juga pendirian Bank Islam yang beroperasi secara syariah yang berdiri didalam Bank Sentral Indonesia dalam hal ini BANK INDONESIA ?
Pertanyaan kedua :
2. Apakah rencana bapak sebagai Wakil Presiden nanti dengan menjual sebagian asset bangsa terutama dalam hal ini BUMN dan perusahaan besar swasta Nasional milik bangsa kita untuk dijual sebagian sahamnya kepad a asing dapat memberikan jawaban atas masalah bangsa ini ? Saya kira di negara ini masih banyak Mentri yang pandai untuk mengelolanya menjadi baik. Ambil contoh adalah Petro China dari RRC yang sekarang menjadi negara China moderen yang dulunya bekas komunisme dapat meluncurkan Perusahaan Multi International dengan mengupahi orang asing dari Italia untuk meluncurkan perusahaan Petro China itu untuk dapat bersaing di pasar global.

Sekian , pak.
Terima Kasih atas perhatiannya.

Aries Satriyo.

bahrul - June, 23 2009 @ 22:30

berbicara tentang jati diri bangsa,menurut saya kita sesungguhnya telah kehilangan jati diri bangsa kita. sebab bangsa kita sekarng ini lebih menghargai atau ikut - ikutan budaya luar saya juga tidak mengerti, dilihat dari cara berpakian, gaya hidup, dan bahkan mungkin pola berfikirnya juga udah ke barat - baratan, dimana bangsa indonesia yang terkenal dengan kebudayaan nya yang sopan,ramah dan religius sekarang semua itu sudah tidak ada lagi dalam mayarakat kita

Perdana Putra - June, 23 2009 @ 22:43

Anda berhasil mengalahkan 2 jendral Malm ini.. Salut pak.. anda tenang dan wibawa sekali..

vivi - June, 24 2009 @ 12:39

Salut buat Pak Bud…….. Semoga paparan yg anda sampaikan akan terealisasi ketika terpilih nanti. Kembalikan kehormatan bangsa ini, kembalikan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Kita sudah jemu menjadi bangsa gerbong, malu rasanya dilecehkan terus. Bravo Pak Bud….. Hidup Indonesiaku

BundaPreneur - July, 16 2009 @ 09:04

Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan. Dan jati diri bangsa adalah pondasinya…..Visi seseorang yang visioner, dan pijakan yang benar dengan mengedepankan jati diri bangsa….seluruh komponen bangsa memiliki kebanggaan dengan jati diri bangsa Indonesia, menjadi bangsa ini bangsa yang bermartabat dan memiliki bargaining position yang tinggi….

Mardi - September, 09 2009 @ 14:57

Jati diri bangsa itu adalah identitas atau kesejatian yang menyangkut kondisi biologis maupun ideologis. Dalam arti biologis dapat diartikan sebagai kondisi fisik. Dalam artian ideologis jatidiri adalah gambaran, keinginan persepsi dan keyakinan yang ada termanifestasi maupun bersifat laten. Yang nampak dari adanya jatidiri bersifat ideologis ini dapat dilihat dari perilaku atau pada aspek sikap atas berbagai keadaan yang ada di lingkungannya. Jadi jati diri bangsa adalah kejelasan identitas fisiologis yang terdiri dari adanya etnik yang beragam maupun jatidiri yang bersifat ideologis yang nampak dari berbagai komitmen dari negara dan warga negara dalam produk-produk konstitusinya maupun berbagai kebijakan menyangkut hubungan dengan bangsa yang lain didunia ini.

Beri Komentar

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up