menyelamatkan industry nasional, mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.
salam hormat,
saya mengucapkan kepada bapak selamat telah memenangkan pilpres 2009.
saya ingin menyampaikan keluhan terhadap masuknya segala jenis produk cina ke indonesia dari segala sudut pelabuhan dengan mudah baik secara legal dan illegal.pemerintah dalam hal ini harus melihat secara jeli kondisi industry nasional yang NB sudah kian tertekan karena tidak sanggup bersaing harga dengan produk cina yang masuk ke indonesia.seharusnya pemerintah lebih selektif dalam memberlakukan aturan import. misalnya produk produk yang tidak padat karya atau tidak diproduksi oleh indonesia boleh saja di import, tetapi produk yang diproduksi oleh industry yang mempekerjakan orang banyak tolong agar pemerintah memikirkan kembali aturan importnya. jika industry tidak bisa lagi bertahan dan tutup, hasilnya kan rakyat yang nganggur.
yang seharusnya uang untuk membeli produk nasional dan memberikan lapangan kerja bagi rakyat sendiri, malah uang tersebut dibelanjakan ke cina dan memberikan lapangan kerja bagi rakyat cina sedangkan pengangguran di dalam negeri kita sendiri tinggi sekali.
situasi negara kita saat ini butuh lapangan kerja, bukankah TKI yang teraniaya di negeri orang merupakan fenomena yang menyedihkan. Indonesia dengan jumlah penduduk saat ini no 4 terbesar dunia tetapi kurang bisa memanfaatkan kapasitas pasar domestik untuk mendukung lapangan kerja bagi rakyat sendiri.
saya mohon agar dipertimbangkan kami sebagai rakyat.
world bank mengatakan bahwa orang yang memiliki gaji dibawah 2 USD/hari termasuk kedalam berada di bawah garis kemiskinan, tetapi ketika orang yang tidak bekerja dan tidak bisa menghasilkan 1 rupiahpun perhari, mau dikategorikan kemanakah mereka itu?????? ini adalah sebuah pertanyaan hati nurani buat bapak….
akhir kata saya yakin dibawah pimpinan pak SBY dan bapak , indonesia akan berjaya. pimpinlah negara ini dengan hati nurani dan ridoh Allah.
salam saya
kimianto ng
vice president nigeria-indonesia business association.





Komentar
0 Komentar
Beri Komentar