Menyimak Boediono Mendengar

BLOG mungkin seperti matahari. Datang diam-diam, menyiramkan sinar, dan tiba-tiba membuat orang kepanasan. Orang ramai membicarakan blog. Orang-orang membuat jurnal pribadi daring. Blog dianggap seperti batu bertuah. Orang percaya blog sanggup membuat sakit atau menyembuhkan, menaikkan atau menurunkan, memenangi atau mengalahkan sesuatu.

Para pemasar, orang-orang yang aktif dalam ilmu marketing, para juru poles citra (d/h humas), pun sejak lama memakai blog sebagai senjata pelengkap menjual dagangan. Di ranah politik, terjadi fenomena yang sama. Pemicunya adalah kesuksesan Barrack Obama meraih kursi kepresidenan satu di Amerika Serikat antara lain berkat keberhasilannya memanfaatkan blog dan media sosial daring (online).

Para politikus Tanah Air pun mengikuti jejaknya. Mereka menganggap Internet dan seluruh penduduknya yang berupa media sosial, seperti blog, microblogging, dan Facebook, merupakan tiket mencapai kesuksesan. Para calon presiden dan wakil presiden merasa perlu berbicara dan harus tampil sebanyak mungkin di media-media sosial daring. Seperti yang dilakukan Obama.

Upaya ini tentu saja sah-sah saja. Bahkan, menurut saya, keputusan membuat blog adalah sebuah kemajuan. Hanya, kita perlu menguji lebih lanjut semangat dan keseriusan para kandidat merawat media sosial, termasuk blog. Membangun blog adalah langkah awal. Langkah berikutnya ada merawatnya.

Blog memang bisa menolong seorang kandidat calon memperkenalkan diri, berkampanye, dan membentuk brand image dengan cara yang murah dan massal. Konstituen bisa menengok profil, rekam jejak, juga gagasan yang ditawarkan seorang calon legislator di blog. Dari bloglah, publik mengenal profil sang calon sehingga bisa memutuskan akan memilih atau tidak.

Tapi, diperlukan usaha. Blog harus diisi dengan sesuatu yang interaktif, bukan monolog. Sebab, pada dasarnya blog adalah ruang, tempat pemiliknya mendengar dan berbicara. Khalayak dan kearifannya akan menilai seberapa besar interaksi itu akan bermanfaat buat mereka atau tidak. Publik akan mengukur seberapa besar hasrat berbagi seseorang dibanding kehendak untuk semata-mata menjual citra.

Saya kira, dari usaha itulah kita menyimak blog Boediono Mendengar ini. Kita tunggu bagaimana upaya Boediono sebagai blogger merawat blognya. Kita lihat seberapa serius dan besarnya hasrat calon wakil presiden ini mendengarkan suara orang ramai. Sebuah niat yang mulia atau sekadar pemanis citra belaka.

Ndorokakung

http://ndorokakung.com - Blogger.


Simpan dalam bentuk pdf
Bookmark and Share
Kosong

Silahkan login untuk dapat memberikan rating artikel.

Komentar

13 Komentar

dsusetyo - June, 15 2009 @ 17:56

wah ndorokakung jadi penulis tamu nih?
Baik mari kita sama2 lihat. Semoga blog ini benar-benar jadi alat komunikasi terbaik.

Jarar Siahaan - June, 17 2009 @ 01:36

aku suka dengan pak sby, karena aku anti-korupsi, maka juga suka dengan pak boediono.

aku suka dengan pak goenawan mohamad yang menjadi penasihat redaksi blog ini, maka aku juga suka dengan pak boediono.

aku akan pilih pak sby, maka otomatis suaraku juga untuk pak boediono.

sayang…, sebagai blogger aku harus siap-siap kecewa — dan kita semua tahu itu — bahwa blog “boediono mendengar” tidak akan bertahan lama. ia hanya akan dipakai karena “ada maunya pak boed”, dan itu sah-sah saja sebagai alat untuk merayu publik dunia maya.

saran terbaik untuk netter, blogger, dan pengunjung internet yang tersesat dari google adalah: “ayo, silakan klik sana-klik sini di blog pak boed, sampai puas, dan harus puas…, karena setelah kunjungan pertama ini kau dan aku [pasti] tidak perlu kembali ke sini.”

blog ini akan segera menjadi “sampah internet”.

salamku untukmu, pak boed, semoga terpilih. aku pasti mencontrengmu dan pak sby.

salam dari tepi danau toba,
jarar siahaan

ps: untuk bang ndoro, ini saja–> ;-)

cahgebang - June, 17 2009 @ 02:08

Saya rasa Bapak Boediono benar benar ingin berdialog dengan kita, dan jauh dari pemikiran pernik pernik yang lain :)

Lanjutkan yuk:)

ZonS - June, 17 2009 @ 06:42

Tulisan ndoro menantang sekali :D
kita lihat kelanjutan blog ini :D

adi karya - June, 17 2009 @ 06:43

saya termasuk dari sebagian masyarakat indonesia yang pada awalnya kurang memercayai kemampuan Pak Boed sebagai cawapres, namun membaca beberapa artikel tentang anda, saya yakin bila pasangan ini menang akan ada terobosan baru dalam berbagai hal karena sangat kontras paduan kemampuan antara Pak SBY dan Pak Boed, salam dari kami Lanjutkan dan kerjakan !!!

yudhi - June, 17 2009 @ 10:41

kalo udah jadi wapres nanti blog nya jangan ditutup pak,,karena ini adalah salah satu cara paling cepat dan efisien menampung aspirasi kami….rakyat indonesia.ok pak Boed…..

rexy shanen - June, 17 2009 @ 12:09

Lae Jarar Siahaan, ada banyak jenis manusia. Ada yang skeptis, ada yg optimis juga yg pesimis. Saya termasuk yg optimis. Terlebih lg mengenai Pak Boed. Jadi kalo dia buat blog, yah memang itulah cara dia berinteraksi bukan karena “hanya” mau Cawapres. Saya tdk termasuk pengikut mu yg hanya sekali lht blog ini dan tdk kembali lagi. PASSTIII.

hansmandala - June, 17 2009 @ 15:53

Saat ini ada virus yg menyerang tubuh PD / SBYBoed, namanya neolib (N30L18).Tentunya butuh dokter, obat dan fasilitas medik untuk membasmi virus ini. Rumah Sakit Khusus (RSK) untuk tangani virus jenis N30L18 namanya RSK boedionomendengar.com, Direkturnya Pak Goenawan dokter ahlinya Prof. Boed, Prof Fais, Dr. Tony, dr Rexy, dr Yudi, dll. Diharapkan dalam jangka pendek, sebelum 08 Juli 2009 bisa ngatasi N30L18. Kedepan, mungkin saja dapat dimanfaatkan untuk konsultasi kesehatan ekonomi-politik RI.

Nella - June, 17 2009 @ 16:21

Saya adalah penggemar baru Pak Boediono.
Sewaktu beliau di pilih jadi Gubernur BI oleh Pak EsBeYe, saya bingung kok Pak Boediono sih? Kenapa ga Pak Agus Martowardoyo? Beliau kan kompeten sekali di bidang perbankan.

Tapi setelah melihat beliau pada waktu penunjukan sebagai Cawapres, saya rasanya terharu dan ingin menangis ternyata beliau adalah sosok yang sederhana, pintar, dan rendah hati. Saya bisa melihat dari raut dan air mukanya tanpa harus berkoar2 kalau dia itu baik.

Beliau langsung menjadi idola saya, sayangnya saya sangat malas mengurus DPT akhirnya saya ga bisa milih. Saya ga mau menyalahkan KPU karena ini salah saya tidak menjadi warga negara yang baik. Tapi doa saya untukmu Pak.

hezty - June, 17 2009 @ 17:04

Saya udah lama nge-fans dengan Pak Budiono jauh sebelum beliau jd most wanted seperti sekarang. Pak SBY lagi2 membuktikan kalkulasi nya dalam membuat keputusan emang bagus,di tengah krisis perekonomian global yang belum usai & upaya Indonesia dalam memperkuat arsitektur perekonomiannya, sentuhan Budiono bisa jadi kekuatan baru dalam menuju perbaikan. Insya Allah

eNDANG - June, 18 2009 @ 13:40

Ya, mudah mudahan Pak Boediono membaa semua tulisan disini… karena ini memang forum yg langsung dari suara rakyat, saya setuju setelah terpilih nanti blog ini jangan ditutup pak, saya banyak uneg-uneg nih mau curhat kebobrokan yang ada didaerah shg kita tidak bisa menjadi lebih baik

benazio - June, 18 2009 @ 20:07

wahaha mantep tulisannya ndorooo .. ya pak boed aja punya waktu untuk twitter kok, semoga aja blognya dapet waktu buat dipelihara dengan baik juga :D

Lilya - June, 20 2009 @ 13:21

Kalo soal merawat atau tidak blog ini, ga tau juga ya … mungkin memang blog ini adalah media sarana yang dibuat supaya masyarakat lebih bisa mengenal sosok seorang Boediono yang irit bicara dan tampil di depan publik saat sebelum dia dipinang oleh pak SBY jadi cawapresnya. Tapi bukankah ada banyak hal yang lebih baik dikerjakan misalnya mengurus negara bila Insya Allah dia terpilih nanti. Untuk blog ini, tentu jangan ditutup, tetapi ubahlah fungsinya menjadi salah satu jembatan komunikasi antara rakyat dengan pak Boediono. Mudah2an pak Boediono membaca ini. Sukses ya pak Boed! Tetap sabar dan sederhana. Terima kasih.

Beri Komentar

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up