Selamat Datang di Boediono Mendengar

img_52671

Bismillahirahmanhirahim.
Assalamualaikum Wr. Wb.,

Terima kasih karena telah bersedia berkunjung ke situs ini. Ini adalah media yang disediakan untuk kita bersama untuk membahas berbagai isu dan berbagi pemikiran.

Situs ini diberi nama “Boediono Mendengar“ karena saya ingin mengajak pengunjung situs ini untuk berbagi, menyampaikan pikiran, dan berdiskusi secara sehat tentang berbagai topik penting bagi kita bersama dalam berbangsa dan bernegara.

Saya ingin sekali mendengar dan berinteraksi secara langsung dengan para pembaca mengenai berbagai hal dan pemikiran yang berkembang di masyarakat. Saya merasa perlu untuk menggunakan media ini karena berbagai kelebihan yang dimilikinya. Tetapi yang terpenting adalah kita sekarang telah memiliki tempat untuk berinteraksi secara langsung.

Saya senang dapat berbagi pengetahuan dan berdiskusi tentang banyak hal dengan khalayak yang lebih luas dari ruang kelas universitas tempat saya mengajar. Sejujurnya, seperti pernah juga saya sampaikan secara langsung sewaktu bertemu dengan teman-teman di warung Wetiga beberapa waktu yang lalu, saya sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan Facebook atau blogging. Mungkin karena kesibukan dan tugas-tugas di pemerintahan sebelumnya.

Tetapi diskusi kita yang menarik selama dua jam di Wetiga itu membuat saya ingin mengetahui lebih jauh tentang teknologi informatika. Dan yang lebih penting lagi adalah untuk mengenal secara lebih dekat berbagai komunitas yang menggunakan keberadaan teknologi tadi sebagai alat utama dalam berkarya dan menyampaikan pendapat untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.

Posisi wakil presiden adalah ranah pengabdian yang berbeda dibandingkan dengan posisi seorang menko atau gubernur bank sentral yang sudah saya jalani sebelumnya. Saya menyadari bahwa salah satu alasan terpilihnya saya untuk mendampingi Pak SBY adalah untuk membantu mengatasi pengaruh situasi dan kondisi perekonomian dunia yang sedang terpuruk terhadap kelangsungan perekonomian nasional.

Kita sedang dihadapkan pada sebuah kondisi dunia yang penuh dengan ketidakpastian yang menurut beberapa sumber dapat disejajarkan dengan the Great Depression di tahun 30-an. Situasi dimana pasar modal di dunia ambruk, perusahaan gulung tikar, dan banyak sekali orang yang kehilangan pekerjaan.

Dan saya juga menyadari bahwa posisi wakil presiden akan meminta perhatian tentang hal-hal lain di luar bidang ekonomi. Karena itu saya merasa perlu lebih banyak mendengar dan belajar tentang hal-hal lain tersebut.

Saya yakin kita memiliki kecintaan yang sama atas kelangsungan negeri ini. Untuk menjadikan Indonesia sebuah tempat yang lebih baik bagi kita semua. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, ia membutuhkan bantuan dari segenap masyarakat. Karena itu pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar suara rakyatnya. Dan dengan kontribusi di tempat kita masing-masing bekerja, saya yakin kita akan mampu dan bias menjadikan negeri ini lebih baik lagi dan mendapat tempat yang terhormat di mata bangsa-bangsa lain di dunia.

Mari kita gunakan media ini sebagai tempat kita bersama untuk berbagi informasi, berdiskusi dan bertukar pikiran tentang berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, serta menyusun sebuah rumusan yang mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang hebat, yang lebih cerdas, yang lebih maju dan lebih sejahtera.

Saya yakin, bila kita mampu menggabungkan potensi seluruh komunitas yang ada di Indonesia saat ini, kita bisa dan harus bisa menjadikan Indonesia sebuah negara yang disegani di kawasan tempat kita berada dan juga di tataran internasional sebagai salah satu pemimpin dunia.

Di sela-sela kesibukan yang lain saat ini, secara berkala saya akan berusaha untuk menjawab isu-isu utama yang nanti akan muncul dan dikumpulkan di situs ini. Saya percaya para pembaca dan pengunjung situs ini dapat menggunakan seluruh fasilitas interaktif yang telah disediakan secara cerdas dan bertanggung jawab. Saya menghargai dan akan memberikan ruang bagi pendapat yang berbeda ketika disampaikan secara cerdas dan santun.

Perbedaan adalah sebuah keniscayaan dan hikmah di negara Indonesia yang majemuk ini. Alangkah indahnya bila dari semua perbedaan yang ada itu kita dapat menarik benang merah untuk sebuah kepentingan yang lebih besar, sehingga masing-masing kita dapat merasa nyaman ditengah-tengah perbedaan tadi. Kalau itu bisa kita lakukan, berarti kita mampu memberikan makna nyata bagi semboyan Bhineka Tunggal Ika seperti yang diimpikan oleh para bapak bangsa pendiri negeri ini.

Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada semua yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengunjungi situs ini.

Semoga bermaanfaat bagi kita semua.

Wassalam. Wr. Wb.


Simpan dalam bentuk pdf
Bookmark and Share
Kosong

Silahkan login untuk dapat memberikan rating artikel.

Komentar

87 Komentar

Dodi Ganefo - June, 14 2009 @ 00:09

Pak Boed yang saya kagumi,
Saya beruntung mendapat alamat Blog bapak dari rekan2 di kompasiana. Lbh beruntung lagi sy bisa mengisi komentar paling awal. Begini pak Boed, pilihan SBY thdp bapak adalah pilihan yg penuh risiko. Karena dari sisi elektabilitas SBY nyaris harus bertempur sendiri. Akan tetapi sy mulai mengerti, dibenak SBY bukan hanya kemenangan yang beliau cita-citakan. SBY menginginkan kemenangannya penuh arti untuk perbaikan bangsa dan kesejahteraan umat. Bukankah kalo sekedar ingin menang SBY lebih pasti jika berpasangan dengan JK? (setidak-tidaknya saham elektabilitas JK akan jauh lebih besar dari pak Boed. Tapi itulah cita2 luhur SBY ingin mengukir sejarah Indah diakhir pengabdiannya pada bangsa ini. Pendeknya, dengan -maaf “mendepak” JK, SBY telah menyampaikan pesan; lebih baik tidak terpilih lagi daripada tidak mampu membuat perubahan bagi kemajuan bangsa. Dan… roh perubahan yang dimaksud SBY ada dipundak pak Boed. Beruntung SBY tidak keliru memilih pasangan.
Saya sangat-sangat menaruh harapan besar sama bapak. Mungkin, boleh jadi harapan saya sama bapak lebih besar dari harapan SBY sendiri. Untuk itu ijinkan saya menyampaikan saran, jika kelak bpk terpilih.
Disamping bpk dan SBY juga sudah memiliki ramuan ekonomi sendiri. Mungkin ada baiknya juga konsep ekonomi kerakyatan Prabowo (bukan Megawati) dpt di akomodir, demikian juga dengan rencana kemandirian ekonomi JK (bukan Wiranto)bisa diakomodir. Pilih program2 unggulan mereka lalu diracik dengan program yg disiapkan SBY Boediono. Undang mereka berdiskusi, krn setelah Pilpres selesai tdk ada lagi kepentingan Capres, yang ada hanya kepentingan bangsa. Bahkan akan lebih menakjubkan lagi jika beberapa orang dari Tim ekonomi mereka ada yang dilibatkan, jika perlu malah ada yg dijadikan menteri.Alangkah indahnya jika hal ini bisa terlaksana.Karena sy yakin Pilpres hanya membuat orang2 pintar di negeri ini terkotak-kotak. Lantas pasca Pilpres orang2 pintar dari kubu yg kebetulan kalah menjadi terbuang percuma. Sy sangat mendambakan orang2 yang pintar, santun dan punya martabat dari semua kubu bisa dikerahkan utk kepentingan bangsa.Sy yakin dengan pendekatan yang cerdas, santun, tidak merendahkan, orang2 yg tadinya rival politik bisa diajak duduk bersama untuk kepentingan bangsa. Tdk perlu ada kekhawatiran menjadi ancaman, krn yang dilibatkan hanya mereka yang cerdas, santun dan bermartabat.Percayalah langkah ini tdk akan membuat pasanagn SBY-Boediono menjadi kerdil. Jika langkah rekonsiliasi dengan bekas rival politik di pilpres bisa terjadi, maka seluruh dunia akan menaruh hormat terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia dan pada gilirannya tdk ada lagi kekuatan pecahbelah asing yg mampu menembus Indonesia.
Selamat Berjuang pak Boed.

kacahati - June, 15 2009 @ 20:12

Memang benar, Indonesia butuh orang-orang “pintar” yang bukan hanya “pintar” menipu rakyat. Tapi, sebaliknya dapat mengangkat nama indonesia di mata dunia. Selamat Berdjoeang Pak Boediono!!!. I just blogger

Sarimin - June, 14 2009 @ 07:56

Selamat Berjuang pak Boed.

agus sukyanto - June, 14 2009 @ 13:16

Tantangan dan hambatan akan selalu ada dalam setiap perjalanan hidup dan karier seseorang. selamat berjuang

bian - June, 14 2009 @ 15:04

wah,saya setuju sekali pak boed dengan yang disampaikan saudara dodi di atas…
jangan malu untuk merendahkan hati (seperti menegur duluan, mengajak berdiskusi, meminta maaf kalau salah, mengaku kesalahan)..karena jika merendahkan hati dan diri, maka saya (dan rakyat-semoga) akan menanggap itu perbuatan paling tinggi yang pernah dilakukan seorang pemimpin bangsa. saya tahu akan sangat sulit merendahkan hati dan diri, jika kita berada di antara di antara orang2 yang menyombongkan dirinya…tetapi yakinlah, kebaikan akan selalu menang pada akhirnya,,,lebih baik Anda kalah sekarang dan menang diakhirnya…LANJUTAN!!!

Monica R. - June, 14 2009 @ 19:02

Halo Oom Boediono! Saya mau kasih aspirasi dong. Secara umur saya kepala 2 aja belum sampai jadi saya kasih aspirasi tentang hal-hal yang ada di sekitar saya aja ya.
- Oom Boedi kenapa sih lingkungan kita ga beres banget? Sebenernya pernah ga sih diadain penyuluhan ke perumahan-perumahan tentang hal-hal sepele seperti jangan buang sampah ke sungai,jangan bakar sampah, dan lainnya?
- Kenapa sih kinerja di sini semuanya ditentuin oleh duit. mau bikin paspor aja kalo mau tuntas dengan waktu yang reasonable (bayar normal aja lama banget) mesti bayar plus-plus.
- Oom kenapa sih di Jakarta makin banyak aja mall atau trade center? Kenapa dikasih ijin? Soalnya lahan serapan kita udah dikit banget Oom Boediono. Oom saya punya usul..jadi tiap ada developer mau bikin mall, itu ada ‘Pajak Hijau’. Contohnya tiap meter persegi yang dia bangun itu dipajak harus tanem misalnya 5 pohon di hutan Indonesia (Oom Boedi pernah baca majalah National Geographic yang ada foto hutan gundul di Indonesia yang mengenaskan). Developper kan pasti pada tajir tuh Oom Boedi, hehe.
- Oom kalau kampanye hemat-hemat kertas sama plastik ya biar ga makin panas bumi kita ini.
- OOM BOEDIII kenapa sih dalam pemilihan pegawai negeri ataupun pegawai bank itu masih ada aja NAMA TITIPAN. Kasian tuh orang-orang yang sebenernya berpotensi BANGET tapi ga dapet kesempatan gara-gara si NAMA TITIPAN. Belum lagi ga masuk gara-gara diskriminasi SARA.
Terima kasih Oom Boedi..sebenernya masih banyak ntar saya catat di buku kecil merah saya dan saya salurkan. Terima kasih, Wassalam!

Monica R. - June, 14 2009 @ 19:04

Oya Oom baca buku ‘The Power of Small’ deh. Bagus apalagi buat orang-orang yang punya goal-goal besar.

Irfan Sofani - June, 14 2009 @ 19:38

Sdr. Dodi Ganefo, salut atas comment Anda.

Pak Boed yg baik, hormat saya atas kesantunan Anda yg tidak dibuat2. Semakin dewasa kita, semakin sadarlah bahwa tidak ada di dunia ini yg 100% hitam putih. Apalagi di dunia politik. Rakyat awam dibuat bingung oleh panutannya. Seperti halnya Bpk Amien Rais, yg mengatakan sekalipun dekat dg Pak Boed, tapi beliau haqqul yakin 100% Pak Boed itu Neolib.

Tahun 1998 saya bersama ribuan rekan mahasiswa lain melihat Soeharto secara hitam-putih, dengan heroik menggulingkannya utk sebuah harapan Indonesia yg lebih baik. Tangis kami menyertai kepergian rekan2 kami dari Trisakti yg tertembak di peristiwa Semanggi. Dan sebagian besar kami yg masih hijau saat itu, bukannya surut, malah membusungkan dada utk ikut berkorban, demi Indonesia yg lebih baik.

Milestone reformasi berlalu, dan saya pun semakin dewasa. Dalam perjalanan mengenang apa yg telah saya jalani, ternyata kita belum beranjak jauh dari apa yg kami dulu perjuangkan. Dalam perjalanan itu justru saya bisa dengan jujur melihat, ada juga sisi positif dari pemerintahan yg kami gulingkan.

Di tengah hiruk pikuk at the cross road, saya semakin bingung, hendak dibawa kemana sebenarnya negara ini berjalan. Politisi yg tak tau malu menangguk keuntungan pribadi dari pengorbanan kami, sampai orang2 muda yg semakin jauh dari budayanya.

Dari situlah saya menaruh rasa simpati atas apa yg dilakukan oleh Bpk. Prabowo Subianto saat ini. Entah dapat terealisasi atau tidak, sekedar penawar, isu nasionalisme yg dikibarkannya paling tidak mengobati rasa dahaga saya. Saya tak kan lupa akan cacat cela saat ia ada dalam barisan rejim orde baru. Namun apa yg dia tawarkan membuat saya dapat memaafkannya. Tidak ada yg 100% hitam putih, dari perbenturan2 argumen dan kepentingan akan lahir kebenaran-kebenaran baru.

Di sinilah korelasi atas apa yg saya gambarkan dengan ucapan Bpk Amien Rais. Awalnya, besar harapan saya kedua mazhab ini dapat bertemu langsung dalam debat publik, karena kalau bicara sendiri2 tentu akan terasa benarnya karenanya keduanya terdiri dari orang-orang pintar. Namun harapan itu meredup, karena sebagai rakyat biasa saya tidak bisa mengerti mengapa kedua mazhab ekonomi ini secara gentleman tidak bisa berargumen langsung di depan lawannya disaksikan oleh rakyat.

Akhirnya saya hanya bisa titip ke Pak Boed, seandainya Bpk terpilih nanti, sudahilah keberpihakan setiap era pemerintahan pada konglomerasi. Mulailah fokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Bukan sekedar berbuat baik menyantuni, terlebih adalah membangun model ekonomi di mana rakyat kecil bisa mandiri dan bangga berusaha di atas kakinya sendiri. Mempunyai kesempatan yg sama dengan konglomerasi tersebut utk mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia yg bermartabat.

Tidak ada hutang kita kepada konglomerasi tersebut Pak Boed. Sejak revolusi kemerdekaan sampai sekarang, hutang kita hanyalah kepada rakyat kecil yg tulus. Yg serta merta terpanggil utk berperang melawan Malaysia, senaif apapun alasannya.

Jikalah kepada konglomerasi dalam negeri kita tidak mempunyai hutang apapun, apalagi pada kekuatan asing yg ingin menghisap kekayaan kita dg cara baru dalam rangka meneruskan tradisi kolonialisme.

Mengangis saya melihat TKI di Malaysia disiram air keras oleh majikannya. Perih hati saya melihat negara kita tidak mampu menyediakan sumber penghidupan yg layak bagi rakyatnya, sampai harus merantau jauh ke negeri orang dengan resiko yg tak tertanggungkan.

Titip rakyat Pak Boed….titip rakyat….Karena utk itulah kami dulu mau berkorban. Demi Indonesia yg maju, sejahtera dan kosmopolit. Tapi tetap Indonesia dg warisan budayanya sendiri yg teramat berharga utk dicampakkan. Bukan menjadi orang lain.

bulis
bulis - June, 14 2009 @ 22:04

Pak Boed, salut deh dengan ide blog anda ini , sementara Capres dan cawapres lain asyik berbicara(kampanye), anda mengedepankan mendengar sebagai komunikasi anda. Ceruk pilihan anda memang pas, harusnya media blog ini pun lebih dikomunikasikan agar anda anda lebih mendengar suara rakyat sekaligus meraihnya.

Saya pribadi ingin berkeluh kesah menyuarakan aspirasi, tapi mengingat kesibukan pak Boed, tentunya tidak bisa langsung, mohon bila pak boed atau staf ada waktu dan kesempatan, baca keluhan tentang hak dasar yang tidak dapat kami peroleh yaitu akses jalan untuk penghidupan, dalam anyelir@blogdetik.com.

Terima kasih.

andi tenrie - June, 14 2009 @ 22:35

Menurut kata-kata bijak bahwa, Tiada Jalan Menuju Kejayaan Bertaburan Bunga. Jadi semua kritik dan olok-olok serta hinaan itu adalah sebuah tanda ketakutan serta sirik panas hati dari mereka…tetaplah bertawakkal dan berbesar hati, pak Boed. Insya ALLAH akan berlalu…, khan BADAI PASTI BERLALU……, AMIEN9999XXXXX!!!!

Aris Heru Utomo - June, 14 2009 @ 22:54

Pak Boediono yg santun,

Selamat datang di ranah blogosphere. Semoga dengan berbagai kesibukan bapak saat ini maupun setelah pilpres, baik menang maupun kalah, bapak tetap berkomitmen untuk berbagi, menyampaikan pikiran, dan berdiskusi secara sehat tentang berbagai topik penting bagi kita bersama dalam berbangsa dan bernegara.

Saya yakin dengan tim pendukung yang kuat dibalik blog “boedionomendengar” bapak bisa mencapai apa yang bapak harapkan. Namun kalau saya boleh berpesan, mengingat blog adalah web yang bersifat interaktif dimana pembacanya bisa langsung berkomentar terhadap suatu artikel atau apapun yang ada di dalam suatu blog, maka bapak dan anggota tim sebaiknya bersiap-siap untuk menerima bukan saja masukan dan pujian tetapi juga kritik dan caci maki. Siapkan pula diri bapak dan anggota tim untuk menanggapi komentar secara langsung. Karena bagaimanapun kelebihan sebuah blog, selain content dari blog, adalah adanya interaksi antara pemilik blog dan pembacanya.

O ya tanggapan mengenai blog bapak saya postingkan di Kompasiana dengan judul “Boediono ngeblog” yang bisa diklik disini:
http://public.kompasiana.com/2009/06/13/boediono-ngeblog

Silahkan mampir ke tulisan tsb dan juga ke blog saya. karena kalau bapak ingin menjadi blogger yang baik, salah satu cirinya adalah saling kunjung mengunjungi di dunia maya dan tentunya kopi darat seperti yang bapak lakukan di wetiga.

Salam

~noe~ - June, 15 2009 @ 09:46

pak boed yang mriyayeni, selamat datang di dunia blog.
semoga blog ini tidak melulu serius membahas politik praktis yang kadang sering terlihat menyebalkan karena ada di awang-awang tanpa bisa dijangkau oleh pikiran kebanyakan blogger, termasuk saya tentunya :-D
salam…

Hidayat - June, 15 2009 @ 10:24

Jujur saja, saya benar2 belim mengenal sosok pak Budi, kecuali beliau pernah menjadi gubernur BI.
Saya pernah mendengar dari seseorang bahwa pak Budi beragama kristen, saya jadi bingung, apakah itu benar? tolong dijawab.

Prahalat - June, 15 2009 @ 10:28

Mas, pak Boed beragama Islam, saya sering mendampingi Pak Boed ke masjid..

warm - June, 15 2009 @ 11:14

met dateng, om

cristina - June, 15 2009 @ 12:15

CRISTIN-JUNE, 15 2009@12:00
PAK BOEDIONO SAYA SANGAT MENDUKUNG BAPAK SEBAGAI WAKIL PAK SBY DI PILPRES NANTI , SAYA BERKATA BEGITU KARENA SAYA LIAT DARI MEDIA-MEDIA YANG ADA BAPAK ITU TIDAK PERNAH TERLALU MEMBANGGAKAN KUASA BAPAK YANG SEKARANG TELAH TERPILIH MENJADI WAKIL PAK SBY DI PILPRES NANTI ,SEMOGASUKSES UNTUK BAPAK DAN NANTINYA DAPAT MENJADIKAN NEGARA INI MENJADI NEGARA YANG ADIL DAN MAKMUR. TAPI PAK SEBELUM SAYA MENGAKIRI KOMENT SAYA INI, SAYA INGIN BERTANYA KEPADA BAPAK KENAPA BAPAK JARANG SEKALI TERLIHAT DI MEDIA -MEDIA BERSMA BAPAK SBY ?
THANK’S

mascuek - June, 15 2009 @ 12:17

smoga pak boed diberikan kesehatan selama masa kampanye ini, amin…

gamer - June, 15 2009 @ 14:25

sebagai seorang ‘gamer’ saya hanya ingin, ada peraturan yg tegas yg mengatur tentang ‘game online’ di Indonesia
karena di dalam game online itu tersimpan potensi yg besar dan di game online tsb banyak sekali dijumpai penipu-penipu dan hacker/maling,

terima kasih

Nadya
Nadya - June, 15 2009 @ 15:43

Halo Pak Boed yg saya kagumi,
mohon maaf kalo ini out of topic. tapi saya ingin memberi masukan masalah kampanye/iklan SBY Boediono (media cetak maupun elektronik) yg menurut saya ketinggalan jaman/jadul. kenapa saya concern masalah ini karna saya melihat banyak orang yg memilih berdasarkan imaging (maaf kalau istilah saya salah), yang terpengaruh oleh iklan-iklan yang bagus dan meyakinkan. sekali lagi mohon maaf apabila tidak berkenan. saya hanya tidak ingin rakyat salah memilih dan melewatkan memiliki pemimpin yang pintar dan bersih seperti bapak. Terima kasih.

SOEHADIANTO - June, 15 2009 @ 16:20

Pak Boediono dan Ibu Herti Yth,
Kami atas nama Keluarga Arisan Blitar ingin menyampaikan Selamat atas terpilihnya Bp/Ibu mendampingi Bp.SBY. Semoga selama kampanye Bp/Ibu tetap dalam lindungan Allah Swt. dan diberikan kesehatan dan kekuatan lahir dan bathin. Semoga Bapak berhasil terpilih pada Pilpres 2009 sebagai Wapres………………… Amin

Fachzenil - June, 15 2009 @ 19:47

Pak Boed, mudah2an elektabilits SBY bertambah dengan adanya Anda. Kalau kesederhanaan dan ekonom handal, Anda tak perlu diragukan. Tapi,domain yg Anda sudah dan akan masuki adalah domain ‘politik’ (P besar dan mulya, dan p kecil yg rawan intrik maupun fitnah). Belum2, saya kira Anda sudah merasakan. OK. Masih belum terjawab soal tuduhan neoliberalisme itu. Terutama dalam arti sebagai hantu, kotor, jahat — bandingan beda2 tipis itu, dulu ia adalah hantu komunisme ketika ia membuat sengsara rakyat kebanyakan, menambah kemiskinan, memperbesar ketimpangan dan pengangguran. Lantas, IMF tak ada lagi, tapi ADB misalnya masih terus berhubungan dengan kita dalam hal paket kebijakan (baca: loan,pinjaman, utang).Semua inilah yang harus dibuat terang benderang .

Erny - June, 15 2009 @ 21:01

Selama ini sosok Pak Boediono yang saya kenal mungkin hanyalah sebatas mantan menteri dan gubernur BI, dengan terpilihnya oleh Pak SBY untuk menjadi pasangan cawapres dalam pilpres tahun 2009, saya makin sering melihat penampilan Pak Boediono di televisi, dan melihat sisi lain yang juga menarik selain menjadi seorang ahli ekonom. Tak ada keraguan lagi di hati kalo Pak Boediono memang pantas dan cocok untuk mendampingi Pak SBY menjalankan tugas.
Selamat Berjuang Pak Boediono! Tegarlah dalam menghadapi tantangan….

suryo susilo - June, 16 2009 @ 06:16

Pada dasarnya semua mahasiswa Fakultas Ekonomi di Indonesia, secara tidak langsung pernah merasakan didikan beliau, karena buku-buku Ekonomi Moneter dll, karya pak Boed banyak digunakan hampir diseluruh universitas di Indonesia.

Selamat berjuang pak Boed. Saya pasti akan pilih bapak.

Salam dari Brussels

riri - June, 16 2009 @ 10:36

assalamualaikum.. pak boediono..
anda sebagai calon wapres ‘09-’14..
menurut anda bagaimana indonesia hari ini??

bagaimana mewujudkan indonesia yang sejahtera??
menurut saya, planning para calon presiden dan wakilnya seperti janji-janji palsu, retorika belaka..

yang kami butuhkan sebagai rakyat jelata adalah hanya inginkan indonesia yang dapat kami cintai karena indonesia mencintai dan peduli pada nasib kami..

irwansyah - June, 16 2009 @ 19:28

wa alaikum salam, bolehkan bila saya sedikit memberi komentar untuk riri.

memang benar, sejauh ini kita menyimak acara televisi, janji janji para calon presiden kelihatan nya pada tidak jelas, tapi itu mungkin karena untuk menjelaskan rencana kerja mereka tentu nya perlu musyawarah dengan anggota kabinet nya terlebih dahulu, dan ada pula yang harus disetujui oleh anggota DPR sebagai anggota legislatif yang sudah terpilih, jadi saya rasa sangat sulit bagi mereka untuk menjelaskan secara detail.

nah.. untuk itu, mungkin yang bisa kita jadikan masukan adalah, lihatlah bukti yang sudah ada, apa saja yang sudah diperbaiki selama 5 tahun ini, banyak sekali kan?

misalnya:
1.penangkapan para koruptor, sehingga uang yang mereka ambil dikembalikan ke kas negara,
2. peningkatan kesejahteraan para guru dengan ada nya sertifikasi sehingga guru guru yang sudah mengabdi bertahun tahun mendapat tunjangan sebanding dengan 1 bulan gaji yang diterima setiap 6 bulan
3. penyaluran dana BLT, sehingga rakyat miskin cukup tertolong untuk menyambung hidup nya yang pas pas an
4. peningkatan keamanan, seperti razia preman walaupun preman masih ada, tapi mereka sudah tidak lagi terang terangan seperti dulu.
5. menjadikan pegawai honor sebagai PNS, coba berapa banyak pegawai honor yang merasa beruntung dan bersyukur, sampai sampai mengucapkan, kalo ikut testing entah sampai kapan lulusnya

nah, itu baru sejauh pantaun saya.. mungkin riri bisa mencari informasi yang lebih banyak lagi. bahwa indonesia ini akan semakin baik bila PAK SBY - Boediono yang memimpin negara ini.

tetapi tetap saja selalu ada srigala-srigala yang selalu siap memangsa kita para rakyat kecil ini, yang dimata mereka seperti santapan yang sangat lezat sekali.

ali fahmi - June, 16 2009 @ 13:29

Hanya satu yang kami minta sebagai warga Kalsel, tolong sekiranya bapak menjadi pimpinan negeri ini, dapat mencegah kerusakan lingkungan yang terlalu parah di wilayah kami akibat penambangan batu bara yang tidak terkendali. Buat apa hasil melimpah yang diambil dari penambangan batu bara di Kalsel, sementara warga Banjar menderita akibat dampak kerusakan lingkungan…… banjir… dan banjir tidak mengenal musim dan merusak lahan pertanian.

yogi - June, 16 2009 @ 13:46

pak boediono yang terhormat.
salam perubahan pak. bapak boediono dan bapak sby harapan kami semua. ijinkan kami menulis disini pak.
Pemerintahan yang bersih bagi saya merupakan pernyataan yang sangat saya kagumi dari pidato bapak saat deklarasi di bandung kemarin lebih lagi saya tercengang saat bapak menyebut kata tauladan ( bagi sebagian orang merupakan suku kata yang sangat bermakna ). belum lagi semua statement bapak ditutup dengan kalimat “bahwa semuanya tidak bisa diselesaikan dengan pidato” saya langsung nggak bisa napas pak .. ( sungguh pak. saya tepuk tangan sendirian didepan tv ). ijinkan saya berkomentar pak .. ibarat sebuah game komputer jika pada pemerintahan sekarang bapak telah mencapai level “able to work under pressure” insya allah bapak terpilih dalam pilpres periode ini sebagai wapres akan memasuki level “able to work unlimited pressure”. selamat pak. doa kami tidak akan berhenti dan kami juga yang akan menikmati hasilnya.

MossackAnme™ - June, 16 2009 @ 14:16

Satu hal penting ketika saya melihat deretan para wakil adalah membaca sekilas nama baru diantara yang lain, dialah Anda, Pak Boed.
Seiring waktu saya semakin tertarik dengan pribadi Anda, pribadi yang selalu menolak gemerlap kekuasaan dan hingar-bingar konflik kepentingan. Akhirnya seorang akademisi murni maju untuk membangun bangsa ini.
Inikah awal dari zaman keemasan dunia akademis, pendidikan, riset, teknologi, dan juga ekonomi Indonesia? Semoga doa ini bisa mulai digarap dalam suatu kumpulan langkah konkrit bagi kemajuan negara ini.
Hidup Pendidikan!

irwansyah - June, 16 2009 @ 19:08

semoga rakyat indonesia ini bisa melihat betapa anda Pak
Boediono dan Pak Susilo Bambang Yudoyono adalah pemimpin
yang mau meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memikirkan kebaikan bangsa ini, saya hanya merasa banyak
pejabat negara yang berfikir bagaimana cara menggunakan APBN untuk kepentingan diri dan golongannya, dan menganggap rugi dan sia-sia bila dana trilyunan itu dibagi-bagikan untuk rakyat. Saya sangat pesimis indonesia akan bisa bangkit bila bukan Pak SBY-Boediono yang memimpin.

irwansyah - June, 16 2009 @ 19:11

Lanjutkan…!

Boediono
Boediono - June, 16 2009 @ 20:13

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung di blog saya ini. Mohon dimaafkan jika saya tidak dapat mengomentari masukan-masukan yang diberikan secara cepat.

Kesibukan kunjungan ke berbagai pelosok di Indonesia akhir-akhir ternyata cukup menguras tenaga. Sekalipun demikian saya senang dapat bertemu dengan rakyat secara langsung. Saya bertemu dengan petani, nelayan, peternak, pedagang pasar, santri dan ulama, guru, seniman, pengrajin, dan banyak lagi lainnya.

Saya akan berupaya untuk terus memperhatikan setiap saran yang disampaikan melalui situs ini dan menjalin komunikasi dengan anda sekalian.

Saya telah meminta kepada teman-teman yang membantu saya mengelola blog ini untuk terus memantau dan secara rutin mengkomunikasikan setiap perkembangan yang terjadi kepada saya.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Dan saya tetap menunggu ide, masukan, komentar, kritik dan saran dari para pengunjung blog ini. Yakinlah, bahwa setiap pesan yang dikirimkan itu sangat berarti bagi saya.

Terima kasih.

Salam hangat,
Boediono

Om Ipit - June, 16 2009 @ 21:14

selamat atas diluncurkannya blog Boediono Mendengar.
btw, blog-nya keren.

Zulkifli Sulton - June, 16 2009 @ 22:45

Pak Boed yth,

Saya sangat suka dengan gaya Bapak yang tenang, sedikit bicara namun banyak bekerja. Jika dibandingkan dengan capres-cawapres yang lain saya yakin bahwa SBY-Boediono lebih unggul.
Saya harap jika SBY-Boediono nanti menjadi pasangan terpilih pendidikan SD, SMP dan jika memungkinkan SMA bisa benar-benar terjangkau masyarakat. Kalau perlu kerahkan APBN sebanyak mungkin untuk pendidikan.
Untuk pembangunan infrastruktur lebih baik serahkan pada swasta, namun buat sebuah regulasi yang dapat menciptakan simbiosis mutualisme antara swasta dengan masyarakat. Jangan sampai swasta merugi namun jangan biarkan swasta hanya mengambil keuntungan tanpa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

LAIL LEA - June, 16 2009 @ 22:48

JIKA OBAMA DIKLAIM PRESIDEN PRODUK DEMOKRASI INTERNET 2.0, MAKA VIRUS NYA KINI MENULARI KITA.

SEMOGA MELALUI BLOG DAN PARA BLOGGERS, DAN KOMUNITAS SOSIAL INTERNET DAPAT BERBUAT BANYAK DALAM HAL INI.

HAL INI JUGA DISINGGUNG DALAM CAPING GM DI TEMPO EDISI MINGGU INI ‘BERBAGI’. JUGA JAPOS HARI INI MENURUNKAN ARTIKEL ‘SEMUA WARGA NEGARA BISA JADI JURNALIS’.
DEMOKRASI BENAR-BENAR TUMBUH, SEPERTI DIPUJIKAN OLEH DUTA BESAR AMERICA UNTUK INDONESIA: Blogging adalah bentuk kebebasan egaliter,…(PESTA BLOGGER 2008).
Ketika power tidak tersandra di level tertentu secara hierarkhis,…. (INTERVIEW, PEOPLE MAGAZINE).

DENGAN SEMANGAT INI SAYA MENDUKUNG SUKSESNYA PESTA BLOGGER 2009. DAN UNTUK SBY-BOEDIONO, SEMOGA MENDAPAT ANUGERAH YANG KUASA DAN KEPERCAYAAN RAKYAT INDONESIA, ….

SEMOGA ADA KOMPETISI YANG SEHAT DIPILPRES MENDATANG, DIMANA MASING-MASING PASANGAN TIDAK BERUSAHA MERAIH SUARA DENGAN MENJAJAKAN “GLOOMY MIND SET’ PADA BANGSA INI.

SEMOGA ADA HARAPAN BARU,….

VIVA DEMOKRASI,

LIA

karodalnet - June, 16 2009 @ 23:23

salam ngeblog pak Boed , semoga dengan adanya media blog yang bapak dirikan ini, membuat kita-kita yang ingin mengenal lebih jauh tentang pak Boed dapat terjawab secara sehat disini.

Terimakasih

yogie - June, 16 2009 @ 23:41

Saya hanya bisa bilang… Lanjutkan perjuangan!!!! buatlah negeri ini tempat indah yg menjadi tempat peradaban moderen yang makmur dan maju… Menjunjung tinggi moral dan agama, cinta damai serta bermartabat yang dapat bersaing dengan negara2 lain… Lanjutkan…!!!!!! :)

bahak - June, 17 2009 @ 01:00

jujur kami sebagai generasi muda anak bangsa, kami sangat sedih melihat kondisi bangsa saat ini….

saya kira menghitung permasalahan bangsa indonesia dengan blog yang kecil ini tidak lah cukup untuk menggambarkan betapa kompleknya permasalahan bangsa indonesia saat ini

saya cuma bsa memberikan usul kepada anda.. berikan apresiasi kepada orang-orang yang berpresttasi, dari sinilah akan timbul perlombaan intelektualitas.

dalam hal apapun itu, bapak habibi misalnya.. ia tidak akan berpindah kewarganegaraan kalau ia kita berikan apresiasi sebanyak-banyaknya.

saat ini saya memang sedang mencari ilmu di negeri seberang, tepatnya di negara Mesir, dan saya hidup di satu asrama yang di huni oleh para mahasiswa dari seluruh dunia, ada sebagian negara yang saya amati, pakistan misalnya, pernghormatan terhadap mahasiswanya sangat di perhatikan, tiap bulan mereka di beri sumbangan sebesar kurang lebih 200 dolar.

hal ini berbeda dengan mahasiwa indonesia, sedikit sekali sikap apresiatif terhadap mahasiswa, ada sih cuma tidak seberapa jika di bandingkan dengan mahasiswa dari negara lain….

ron - June, 17 2009 @ 01:01

Salam untuk Pak Boed. Selamat berjuang dan tetap semangat!
Mengurusi bangsa indonesia yang besar dan luas memang urusan berat. Salah satu faktornya karena tingkat pendidikan intelektual dan emosional relatif masih rendah. Saya yakin bahwa bangsa yang memiliki keseimbangan intelek dan emosi lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan yang sulit dan lebih cepat mencari jalan keluarnya.

Untuk Bung Fakri:
H nya ada didalam hati Pak Boed. Terefleksi dari kesederhanaannya dalam hidup. Gak perlu dipamerkan ke orang2. Toh ada dan mungkin banyak juga yang ber-H tapi tetep aja tidak takut pada Yang Diatas! Bukan jaminan sepertinya ya. Tetap berlatih.

Ferry
Ferry - June, 17 2009 @ 01:02

Pa Boed, saya hanya bisa mengharap… semoga kami media-massa di daerah juga bisa mendapat perhatian. Karena, masih banyak lho…, suara-suara daerah yang “belum” terdengar sampai ke pusat.
Tidak jarang, kami menampung banyak input mengenai pemerintahan serta variable lain yang mempengaruhinya, justru datang dari orang-orang awan di daerah.
Begitu pula efek generaliasi media, yang sekarang makin menjadi-jadi, membuat makin tipisnya jeda ragam antara media kota (Jakarta) dengan media daerah. Akibatnya adalah, hilangnya jatidiri daerah itu sendiri, karena “carbon-copy” perilaku, yang dicontoh mentah-mentah dari media kota (Jakarta).
Salam.

Dr. Budiono Santoso - June, 17 2009 @ 01:04

Yang terhormat pak Bud,

Semoga anda berhasil meyakinkan rakyat Indonesia bahwa anda Bud adalah profil pemimpin yang diperlukan untuk membawa bangsa ini ke arah kesejahteraan, kemajuan dan kehormatan dalam pergaulan antar bangsa.

Saya tak ingin terseret dalam debat ekonomi neoliberalisme. Usul saya singkat agar welfare economics, ekonomi kesejahteraan, bisa diterapkan dalam pembangunan di Indonesia.

- Sektor swasta diberi kesempatan dan insentif untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi.

- Sektor publik mengembangkan mekanisme proteksi terutama untuk golongan ekonomi lemah, seperto social security, social protection, social insurance dll.

Salam damai dan sejahtera

Dr. Budiono Santoso

Sukhyar Fahmy - June, 17 2009 @ 02:07

Pak Boediono Yth,

Selamat dan semoga berhasil dan terpilih jadi wapres,
Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang tahu menjaga lidahnya dari ucapan yang menyakitkan , lidah kamu harimau kamu, harapan saya negeri tercinta ini akan dipimpin oleh pemimpin yang terpercaya, santun dan sederhana, semoga negeriku Indonesia jaya dengan pemimpin yang amanah, amin.

Wassalam,
Sukhyar Fahmy

cahgebang - June, 17 2009 @ 02:59

Pak Boediono,

Bapak saya pernah berkata purwodadi kotane seng dadi kenyatan nya :) Ketika raport saya merah padahal saya berkata sama Bapak dan Ibu ” Saya belajar terus jarang keluar malam atau main bola di luar “dan walhasil saya harus tinggal kelas, tapi wong sekolahnya “man only” ndak kerasa malunya. Tapi perlahan ketika waktu bergulir semakin saya menyatu dengan statement bapak saya tersebut. Sehingga bisa menarik kesimpulan dari Pribahasa Bapak :)
” apa yang di buat di tempat tertutup akan membuahkan sesuatu yang nyata di tempat terbuka ” . Saya percaya sesuatu yang mulia dari hati yang ada di hati Bapak akan terpancar keluar melalui kerja keras dan perhatian khusus kepada hal hal yang harus di dahulukan yaitu kepentingan rakyat Indonesia. Tetap Be yourself, konsisten, rakyat Indonesia tidak buta, Bila ALLAH ada di pihak Bapak Boediono, siapa lawan bapak ??

Dodi Ganefo - June, 17 2009 @ 04:01

Untuk bung fakri, maaf ya…cara berkomentarnnya. Maaf sekali.Kami disini lagi belajar saling menghargai dengan bahasa2 yg enak didengar. Bung boleh tdk suka..sama pak Boed….krn itu adalah hak.Tapi sampaikanlah dengan cara yang semestinya. Pak Boed itu berusia 66 tahun, orang tua kita.Tdkkah terbayang jika orangtua bung Fahri di kata2kan spt itu sama orang lain?..maaf ya…dari awal sy baca coment nyaman2……Oke bung gak perlu dikomentari lagi. Sy hanya minta pengertian bukan hanya untuk bung fahri tapi untuk semua orang dan pada siapapun terlebih orangtua. Terimakasih.

Indra - June, 17 2009 @ 05:39

pak Boediono,
salam kenal. Apakah bapak pernah berkunjung ke situs ini: http://www.buddha-bar.co.id ?

Minta tolong untuk disampaikan kepada bapak SBY, supaya ikut menanyakan kepada jajaran anak buah beliau agar bisa segera diselesaikan.
Sudah berlarut-larut kasus ini tanpa penyelesaian.

Terima kasih.

savo - June, 17 2009 @ 05:43

Pak Boed,
pada deklarasi kampanye damai tanggal 10 juni, ada sesuatu yang aneh yang saya perhatikan. pak Boed berorasi dengan materi yang menurut saya singkat dan sederhana untuk ukuran pak Boed, tapi kok menggunakan kepe’an (kertas), dan juga kok tidak relax alias seperti orang grogi. padahal saya yakin untuk orang sekelas pak Boed, orasi seperti itu makanan sehari-hari, hal ini terlihat pada waktu orasi di Sabuga deklarasi SBY-berbudi. apakah ada sesuatu pak ?? bukan di skenario kan kan pak pake kertas ??
wass,

ehartanto - June, 17 2009 @ 06:00

Wah pak, jangan cuma mendengar aja donk. Kalau bisa lebih sering nulis artikel dan reply sebagian komentar jadi ada komunikasi dua arah and give more life to this website. Jangan sampai website ini “lifespan”-nya cuma sebatas masa kampanye.
Regards,
-erwin

lufki - June, 17 2009 @ 06:37

Assalamualaikum bpk. boediono…Salam kenal saya lufki pusriyadi dan saat ini saya sedang berada di Atlanta,GA USA…saya hanya mau bilang klo saya pribadi dan teman2 di USA sangat2 mendukung bapak dan SBY untuk memimpin negara yang kami cintai ini walaupun km kesulitan untuk memilih disini kdikarenakan tidak semua kota di USA ada konjen RI nya..saya tau persis klo banyak sekali warga RI disini yang mendukung SBY dan bpk. boediono. km juga tau klo bapak berdua banyak di fitnah dan di hujat oleh lawan2 politik bapak berdua..tenang aja pak Insya Allah klo niat bapak baik akan di ridoi oleh Allah SWT. sabar dan tawakal aja dan rakyat juga akan bisa menilai mana yang berhati baik dan tidak…wassalam…

Dwi Bagus MB - June, 17 2009 @ 06:44

Assalamu’alaikum, Pak Boed.
Saya senang dengan Pak Boed yang kalem, tidak banyak janji dan santun. Pilihan nama blog Pak Boed menunjukkan kesantunan dan kerendahhatian. Saya mohon nanti, saat debat cawapres, Pak Boed menjelaskan apa itu “neolib”. Karena orang yang menentang neolib tampaknya tidak mengerti yang dibicarakan. Dan parahnya, yang mengusung ekonomi kerakyatan juga tidak kunjung menjelaskan maksud nya, kecuali sekadar mengobral janji. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberikan Pak Boed kekuatan untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Dan tetaplah banyak mendengar, di samping berbuat dan berkarya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

felix - June, 17 2009 @ 06:57

Pak Boedi Yth.

Saya belum kerja nih.
Nanti kalau pak Boedi jadi cawapres, tolong saya diangkat jadi karyawannya dong.

Apa kek gitu…

Jadi pesuruh juga mau laa…

Oiya pak. Dulu, saya sempat bercita-cita jadi pengusaha. Tapi karena sulit sekali membuat izin usaha (ngga tau kenapa, di ping pong terus) maka saya mengurungkan niat menjadi pengusaha. Padahal kalau saya jadi pengusaha, kan bisa menghidupi banyak orang yang menjadi karyawan saya.
Lalu akhirnya, karena ngga jadi dapet izin, saya gunakan saja dananya untuk hidup. Habis deh.

Sekarang saya nganggur lagi.

Makanya pak, kalau nanti jadi wapres, bolehlah kasi kerjaan buat saya ini.

Jangan takut pak, saya bukan tipe penjilat. Karena say jijik sejijik2nya terhadap penjilat. Bagi saya, penjilat itu ngga punya batang hidung. Coba bayangkan pak, mahluk apa yang ngga ada hidungnya.. he he.
Jilat sana, jilat sini demi uang. Ngga punya harga diri, ngga punya profesionalitas.

Saya seorang profesional loh pak. Kalau jadi pesuruh, saya pasti akan menjadi seorang pesuruh yang baik dan benar.
Saya ngga akan pernah menggunakan kekuasaan yang saya miliki itu, untuk hal lain. Untuk korupsi misalnya.
Bagi saya, korupsi itu adalah suatu aib. Saya tidak akan bertindak seperti para pejabat korup itu (maap ini ngga semua pejabat korup lho pak). Bagi saya lebih mulia Mang Midun, penjual nasi goreng tetangga saya itu. Bekerja siang malam tanpa mencuri uang yang bukan miliknya. Mang Midun tetangga saya itu sangat beda dengan para koruptor itu. Mang Midun dapat duit karena dia kerja dengan jujur, sedangkan para koruptor itu dapat duit karena ngambil uang rakyat. kok tega-teganya ya mereka itu.
Apa ngga tau tuh, rakyat NTT susah beli beras.

Oiya pak.
Saya ada pertanyaan yang mengganggu saya selama ini.
Indonesia banyak orang pintar. Tapi kenapa indonesia ngga bisa seperti singapura misalnya.
Disana kan ada subway pak. di jakarta mana.? adanya macet terus.
Heran saya. Gubernurnya ngapain aja ya?

Kalau bapak ingin, nanti saya berikan resume saya pak.

Terus, mau pesan nih pak.

Jangan lupa baca surat pembaca di internet. Di kompas online, di tempo interaktif, dimana saja lah pokoknya.

Begitu saja pak.
semoga pas bapak jadi wapres, bapak ngga lupa sama saya ini.

Salam hangat dari saya.
felix

Fajrin Ramadhani - June, 17 2009 @ 07:25

Selamat pagi pak budiono. Sampai saat ini saya masih percaya apa yang teman bapak lakukan ( Pak SBY ) adalah yang terbaik untuk Indonesia. Sebagai kaum muda yang masih memiliki masa depan yang panjang kami menggantungkan harapan kepada Bapak dan teman Bapak. semoga Bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi untuk anak cucu kami kelak… dan saya mohon ciptakan sejarah yang baik untuk bapak dan indonesia… masalah yang di hadapi bangsa ini bukan masalah yang kecil jadi jangan menyerah di tengah jalan ya pak… terus berjuang untuk kemaslahatan dunia dan akhirat… semoga Bapak dan teman bapak menang dalam satu putaran saja.. Amin…

areto - June, 17 2009 @ 07:58

Pak Boed,

sebagai orang biasa saya pingin tim Pak SBY dan Pak Boed lebih merakyat, lebih sederhana dalam manyampaikan apa yang akan dilakukan kedepan terkait keberlangsungan bangsa dan negara ini, mana yang akan jadi benar-benar prioritas penanganan, terus milestonenya kayak apa,apa kah
1)PERBAIKAN EKONOMI —> TAHUN I MENURUNKAN ANGKA PENGANGGURAN; JAMINAN KETERSEDIAAN BAHAN POKOK TERMASUK ENERGI (GAS ELPIJI, MINYAK TANAH, BBM), DST., DST.
2) PENINGKATAN KESEHATAN —> SOSIALISASI DAN PEMERATAAN JAMKESMAS SERTA PENYEDIAAN JAMINAN KESEHATAN YANG MURAH, MUDAH PENGURUSANNYA, DAPAT DIIKUTI OLEH SETIAP WARGANEGARA YANG BELUM MEMPUNYAI JAMINAN KESEHATAN SERTA TIDAK DIJAMIN JAMKESMAS,
3) PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN, DIMANA KALAU PERIODE YANG LALU SEPERTINYA MENDIKNAS LEBIH MENEKANKAN & SELALU BICARA TENTANG ANGKA,ANGKA DAN ANGKA ADA BAIKNYA KEDEPAN LEBIH KEPADA KUALITAS BAIK TENAGA PENDIDIK, SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN SERTA KEMUDAHAN AKSES UNTUK BELAJAR BAIK MELALUI SEKOLAH FORMAL DALAM KELAS MAUPUN MELALUI AKSES DIGITAL.
4) PENEGAKAN HUKUM YANG TRANSPARAN TERUTAMA DALAM KASUS KORUPSI YANG SUDAH DAN SEMAKIN MEMBUDAYA DI LINGKUP PEMERINTAHAN DAN TANPA PENGECUALIAN MULAI DARI PROSES PENYIDIKAN, PENUNTUTAN DAN PUTUSAN PENGADILAN KALAU PERLU GAJI PARA PETUGAS PENEGAK HUKUM DINAIKKAN TAPI SANGSI DAN PENGHARGAAN JUGA HARUS DILAKUKAN SECARA SISTEMATIS KEPADA MEREKA.
Maaf Pak Boed itu baru sebagian kecil unek-unek saya sebagai orang biasa dan kalau bisa hal-hal yang saya sampaikan tadi bisa di sampaikan kepada rakyat dengan bahasa yang sederhana, membumi dan jangan pakai bahasa kampus yang muluk2 atau istilah-istilah yang gak jelas apa deskripsinya.

Selamat berjuang dan sekali lagi selamat pak Boed sudah ikut masuk “digital age” dengan blog ini

Indah - June, 17 2009 @ 08:19

Bagaimana dengan hubungan Malaysia dan Indonesia jika Bapak Boediono terpilih?
Apakah kita akan memutus hubungan dengan mereka?
Apa pendapat bapak?

Beri Komentar

 

You need to log in to vote

The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.

Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.

Powered by Vote It Up