Sportif dalam Berdemokrasi

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Besok kita akan datang ke tempat pemungutan suara. Kita akan memilih dan menentukan siapa yang akan memegang tampuk pimpinan Republik Indonesia untuk 5 tahun mendatang.
Pasangan SBY - Boediono tentu mengharapkan anda memilih kami. Untuk itu saya berterimakasih. Tetapi siapapun yang anda pilih, kita semua menyadari bahwa semuanya ini dilakukan untuk masa depan kita bersama.
Karena itu, betapapun sengitnya persaingan yang terjadi, kita harus belajar dari sportifitas yang ditunjukkan oleh para olahragawan. Yang menang, seperti telah saya sampaikan di Gelora Bung Karno - tempat banyak pertandingan olahraga dilakukan, mudah-mudahan yang menang tidak melecehkan yang kalah, dan yang kalah tidak memusuhi yang menang.
Silahkan datang ke tempat pemungutan suara, dan gunakan hak pilih saudara dengan bebas, dengan jujur dan bertanggungjawab.
Salam dari saya,
Boediono





Komentar
7 Komentar
Rahmat Tuhan bersama anda Pak Boediono..
Semoga apa yang sudah dititipkan Allah SWT pada Bapak dapat Bapak penuhi, sebagai manusia dan sebagai UmatNya. Mungkin perjalanan kedepan tidak mudah dan mungkin banyak halangan tapi selama Allah masih di sisi Bapak, tiada hal yang mustahil. Dan mungkin hinaan akan datang terlebih dahulu dan pujian terlambat menyusul, namun tetaplah berjuang Pak Boediono. Allah sudah menunjuk Bapak Untuk Indonesia!
Tetaplah maju meski apapun yang terjadi.
Lanjutkan Pak….
Pak Boed saya ucapkankan Selamat Atas Keberhasilan Anda dengan Pak SBY menang dalam Quik Count, ada masukan dari saya yaitu ide-ide lawan anda yang sekirannya menguntungkan buat rakyat & negara, bisa dijadikan refrensi untuk diambil keputusan demi kesejahteraan rakyat, sekali selamat, terima kasih
Salam kenal Pak Boediono.
Banyak orang di Sumatera Utara percaya bahwa, bilamana SBY-Boediono menjadi RI-1 dan RI-2 maka, proyek bandara Kuala Namu akan diserahkan kembali kepada kontraktor asing tanpa malu-malu.
Karena menurut mereka-mereka, bapak berdua adalah antek asing dan tidak nasionalis.
Tolong dibuktikan sebaliknya ya Pak.
Pak ini ada tantangan Pak.
Anak saya tidak mau menabung, karena dia heran.
Mengapa uang yang ditabung 100 ribu Rupiah ( yang diterima dari Eyangnya) bisa habis di Bank. Bukankah sudah disimpankan ?
Jadi agak sulit mengajarkan kebiasaan menabung di kalangan kanak-kanak Indonesia ?. Karena mereka memilih ‘dijajankan saja’.
Sebelumnya selamat ya pak akhirnya bisa “melanjutkan” juga…
Anda skrg lebih berada pada tanggung jawab yang sangat besar dalam memimpin bangsa indonesia 5 tahun ke depan..
Ingat pak dalam bangsa yang besar terdapat tanggung jawab yang besar juga…
Semoga bapak bisa mnejadikan bangsa Indonesia sejahtera & makmur amien..
Konon katanya tindak tanduk bapak dalam perekonomian indonesia selama ini hanya karena berada di belakang pengaruh pak SBY, tolong bawa permasalahan tersebut ke publik dan selesaikan secepatnya karena saya tidak ingin bangsa indonesia ini mengecewakan dan dikecewakan oleh pilihan-pilihanya selama ini. Sebagai usulan, tunjuklah orang-orang terbaik yang akan memimpin Bank Indonesia, Departemen Perekonomian dan Keuangan, karena saya yakin kemajuan yang dirasakan selama ini adalah buah hasil dari orang-orang yang tulus dalam memimpin negeri ini 5 tahun ke belakang.
Beri Komentar