Ulil Abshar : Pak Boed Tak Punya Record yang Mengkhawatirkan

“Diantara tiga calon wakil presiden yang ada sekarang, yang paling sreg buat saya adalah Pak Boediono. Dibanding Wiranto apalagi Prabowo tentu saja sosok Boediono lebih baik dari dua yang lain,” kata Ulil Abshar Abdalla, mantan koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL).
Meski mengaku tak memiliki informasi detil soal pribadi Boediono, Ulil mempunyai kesan bahwa Boediono adalah orang yang jujur, pekerja keras, dengan mind set : to get things done. ”Maksudnya seorang pekerja yang bukan hanya seorang yang membuat konsep saja, tapi mampu membuat, melaksanakan. Dan itu yang kita butuhkan. Karena, masalah yang begitu ruwet di negara kita ini butuh seorang pekerja keras yang bisa menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi suatu kebijakan besar, dan kemudian diturunkan menjadi suatu kebijakan yang spesifik. Lalu bagaimana menyusun langkah-langkah yang konkrit agar aspirasi masyarakat yang banyak sekali itu bisa direspon dan efektif ? Pak Boediono orang yg tepat untuk itu,” kata mahasiswa Ph.D Harvard University ini.
“Harapan saya dengan permasalahan yang kompleks di negeri kita, kita berharap Pak Boediono bisa membantu Pak SBY untuk menangani masalah-masalah yang komplek itu sehingga ada solusinya yang konkrit. Dilema kita di Indonesia kan begitu. Ada orang-orang yang punya konsep besar tapi tidak punya kemampuan teknis untuk menerjemahkan konsep yang besar itu dalam praktek. Dalam dunia sehari-hari, Pak Boediono sudah punya pengalaman panjang untuk itu. Kita berharap Pak Boediono bisa membantu SBY untuk aspek itu,” kata peraih gelar MA dari Boston University ini.
“Kalau kita lihat cawapres yang tiga ini, dari sudut isu-isu yang dikembangkan oleh kelompok Islam seperti JIL itu mungkin tidak ada relevansi langsung. Karena tidak pernah mengenal orang seperti Prabowo atau Wiranto atau juga Pak Boediono menangani masalah-masalah pluralisme, atau masalah kebebasan beragama,” kata Ulil.
Tetapi kita tahu, lanjut Ulil, profil tiga cawapres ini terutama Pak Boediono tidak punya record yang mengkhawatirkan dari sudut isu-isu yang kita perjuangkan selama ini. “Terutama Pak Boediono dia seorang nasionalis, katakan begitu. Itu kan penting untuk menjamin negara kita yang majemuk ini. Jadi kekhawatiran orang selama ini selalu kalau pucuk pimpinan negara ini diduduki oleh orang yang punya orientasi yang cenderung memusuhi kemajemukan sosial, atau pluralisme dan seterusnya. SBY dan Boediono, saya kira tidak memiliki record yang mengkhawatirkan dari sudut itu,” kata peneliti di Freedom Institute ini.
Ulil mengungkapkan salah satu kekhawatiran karena salah satu elemen yang mendukung SBY dengan Boediono adalah PKS. “Itu salah satu yang mengkhawatirkan saya, terus terang, dari awal. Tapi nampaknya tekanan dari PKS akhir-akhir ini untuk memaksakan satu agenda tertentu kepada SBY tampaknya bisa diredam,” kata Ulil saat ditemui di Salihara, Sabtu 20 Juni 2009.
“Dan saya harap mendatang SBY dan Boediono bisa tahan terhadap tekanan seperti PKS itu. Meskipun kita juga tahu PKS sudah banyak berubah akhir-akhir ini. Tapi kita berharap we are keeping our eyes. Kita harus selalu awas, we have to be vigilant. Saya optimis tidak akan terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dari sudut isu-isu pluralisme dan kebebasan beragama,” pungkas Ulil.





Komentar
16 Komentar
yang kasih komentar nih yang track recordnya mengkhawatirkan. Makin memperjelas issue pak budiono ini titipan amerika.
klw issue, Sdr Gugi tdk perlu khawatir,kita or mereka bukan mendukung secara sistematis terhadap FIGUR hanya urun rembug pencerahan Nalar Nasional kita saja.Apakah kita juga ikut terseret paradigma yg tdk jelas ATAU lebih baik membantu MEMPERJELAS orang-orang yg tidak jelas kapasitasnya. Selanjutnya mereka akan BERSAING DENGAN MELODI RAKYAT NAN BINGUNG INI. Moga-moga terpilih yg terbaik dan track Record akan kelihatan jelas apa dan siapa-nya seseorang itu. Salam Nasional.
Sebagai awam politik dan ekonomi makro, kok wakru dengan org diskusi tentang “NeoLib”, kok saya jadi mikir panjang dan akhirnya mengkhawatirkan kelansungan hidup perekonomian bangsa ini (maaf bukan porsi saya memikirkan bangsa). Bagaimana duduk persoalannyapun saya tidak tau persis. Yang terbayangkan oleh saya dengan sistim ekonomi ‘itu’ BUMN akan diprivatisasi tanpa henti. Pasar bebas akan terus dilancarkan.
Yang pasti semua itu kan punya tujuan, tapi efek samping yang dirasakan langsung oleh masyarakat, yang didiskusikan di ‘palanta’ warung-warung itu sempat mengusik pemikiran saya untuk bertanya ke Bapak Voediono - melalui Bapak Penulis artikel ini : TAK PUNYA RECORD YANG MENGKHAWATIRKAN.
Pak Ulil Abshar Yth :
1. Apa yang bapal maksud dengan record disini. Bukankah pak Boed bukan orang bari di kabinet ?. Bukankah motor neolib itu pak Boed ?. Terlepas argumentasi yang berbeda dengfan yang kami maksud disini, yang jelas itu cukup membuat khawatir di kalangan masyarakat.
Penjelasan mengenai bentuk nyata dari sistim ekonomi yang akan dikembangkan oleh pasangan SBY-Boed ini kiranya bisa di”tayangkan” sehingga bis memupus kekhawatiran saya dan orang lain sepemikiran.
Terima kasih pak Ulil
Gugi, kata siape Pak Boed titipan Amerika? Bisa aje loe ngomong gitu. Mungkin gaya hidup loe yg lebih kebarat-baratan dibanding Pak Boed. Kalo loe punya kekayaan lebih dari 5 milyar kayak Pak Boed, mungkin loe udah naik mobil mercy atau punya bini 3. Sepertinya Pak Boed hidup sederhana aja tuh. Jiwa seseorang tercermin dari tindakan hidupnya sehari-hari. jadi hati-hati membuat statement yang salah terhadap calon pemimpin kita. Sori kalo gue salah menilai loe. Gue hanya geram saja kalo dengan tanggapan2 yg seperti elo ungkapin.
Pak Ulil,
Pak Boediono kan menteri keuangan sejak Mega. Kok hutang saja yg menumpuk? Kok INdonesia cuma bisa jualan BUMN?
Wah terus terang, saya tinggal di NZ. Kerasa sekali setelah semua BUMN di jual. Semua harga International sedangkan gaji harga lokal. Terus kualitas pelayanan ya sama saja? Keuntungan? gak juga, ternyata BUMN itu di jual lagi….
Contoh yg paling gampang GM beli perusahaan Korea. Kok ikut bangkrut ya?
Bung Rexy,
Apa sih neo liberalism?
Apa sih ciri2 orang penganut neo liberalism itu?
Dari mana sih asal usul neo liberalism itu?
Selamat malam,
Terus terang Sejak Pak SBY mencalonkan Pak Boediono Saya hampir menangis gembira. Saya dan teman teman sering berdebat tentang “Lost Generationnya Indonesia” yang simplenya berarti tenaga kerja Indonesia yang bodoh ( maaf ),macet dan tidak dapat mengejar kemajuan Dunia sehingga mengakibatkan GAP yang sangat besar.
Antara Indonesia dan Dunia, Kita hidup ini bukan jago kandang tapi harus jago keluar. Tapi sejak dulu pemerintahan kita dipimpin oleh orang orang yang entah bagaimana, sama seperti sebagian dosen dosen kebanyakan universitas indonesia mereka semua kebanyakan lulusan tahun doelapan poeluhan, kolot semua… artinya saat kemajuan dunia sudah hingga tahap komputerisasi, indonesia masih mengurusi dengan pembukuan yang juga tidak beres dan Bangga akan semua hal itu.
Inilah yang saya sebut Indonesia Lost Generation.
Jika pemerintahan kita masih ditangan tangan orang kolot, tidak berpendidikan tinggi dan hanya tahu mengumbar janji pake angin surga segala, tidak perduli kemajuan Dunia dan tidak siap menghadapi pasar luar, Apa jadinya Indonesia kita ini kelak.
Sudah saat nya semua orang sadar, memimpin negara itu bukan pake kata kata atau teriakan besar, berikanlah pada orang yang mampu secara skill dan kemampuan.
Pak Boediono, Saya mengerti bahwa Bapak bersedia membawa indonesia kekancah pertempuran internasional agar negara kita sekali lagi menjadi negara maju bukan negara terbelakang atau istilahnya negara ketiga. Mungkin Jalan itu sulit dan penuh pengorbanan tapi saya percaya Bapak bisa.
Semoga Tuhan memberkati Indonesia untuk masa depan yang lebih cerah karena ditangan kitalah perubahan yang menyakitkan itu akan terjadi namun saya percaya anak anak kita akan beroleh kemakmuran dan kecerdasan. Jika kita masih ingin bersenang senang saat ini maka anak kitalah yang akan digencet oleh Perubahan Dunia kelak. Kita akan menanam dengan usaha keras dan membiarkan anak anak kita yang mencicipinya.
Pada Pak Boediono yang mengetahui secara jelas betapa kejamnya Ekonomi dan penjajahan dunia inilah saya akan menitipkan harapan saya. Karena Jelas Pak Boedionolah yang bisa melihat semuanya dengan jelas bukan wakil lain yang hanya tau berkoak, dengan kecilnya indonesia dan tidak tahu betapa seriusnya urusan ini kelak.
Nb: bagi yang masih ribut soal soal kecil dan kesenangan sendiri Pandanganlah sepuluh tahun kelak, jika Indonesia masih tetap seperti ini apakah kita bisa bersaing secara Internasional? Sekarang saja bangsa kita sudah dianggap negara miskin dan tidak bisa apa apa….coba katakan apa yang bisa dibanggakan dari indonesia?
Pertanian? tetangga kita lebih maju, hasilnya lebih murah lagi sampe kita pun membeli kesana.
Tenaga kerja? China lebih murah, perusahan indonesia aja kabur ke China karena lebih murah.
Pabrik? Liat aja sekeliling kalian? dari merek jepang sampai made in china…. yang indonesia???? ( Gods make everythings but everythings made in China )
Masih mau dipimpin ama orang orang kolot?
BANGUNLAH INDONESIA!!!! LUPAKAN KEJAYAN MASA LALU LIHATLAH ANCAMAN DIDEPAN!!!!!!!! Juga orang orang yang berpikiran kolot dengarlah, anak anak kita itu mau dikemanakan kalo dunia terus maju dan kita tetap jalan ditempat dari dulu toh semua sudah tinggal landas kita aja yang TERTINGGAL DILANDAS sampe sekarang… Saya dan anda bole tetap BODOH tapi tidak anak anak kita……….
KITA HARUS MAJU SENANG ATAU TIDAK!!!! MAU NEO LIBERALISM ATAU APA KEK…. Jika itu demi kemajuan anak anak kita agar lebih canggih dan maju… SAYA TELAN PAHITNYA….
BIAR Saya mati menderita menjadi landasan pijak generasi mendatang, lebih baik saya menagis sekarang dari pada anak anak saya yang menangis….
Jaman sekarang semuanya mental “tahu dan tempe” disuruh bersikap partiot dan menderita demi masa depan gak mau, maunya senang sekarang tapi kelak anak kita yang menanggung…. Baru dikit aja sudah ngeluh…
Apakah anda seperti itu?
Salam saya
Jimmi
Menurut saya yg kurang tepat adl yg berkomentar, nanti orang Islam jd rancu dan ragu jika yg berkomentar ternyata bermasalah…
Semangat Pa..! Rakyatmu akan selalu mendukungmu, Sepenuh hati
Lanjutkan!!!
Saya sangat setuju sekali dengan pendapat Bp. Ulil tentang Bp.Boedino. Beliau jelas lebih baik.. lebih mumpuni menyelesaikan urusan bangsa tanpa gembar-gembor seperti 2 cawapres yang lain. Wiranto & Prabowo jelas-jelas sangat ambisius.. hanya mengejar jabatan semata. Harusnya mereka berdua sadar.. mereka merupakan sosok pelanggar HAM yang mencederai nurani anak bangsa. Apakah semudah itu rakyat Indonesia melupakan sepak terjang mereka..?? Tentang kekawatiran pada PKS.. percayakan pada SBY.. beliau pasti dapat menjinakkan. Terbukti dengan memilih Boediono meski ditekan dan diancam sama PKS. Itulah jiwa pemimpin yang lebih mengedepankan kepentingan bangsa daripada kelompok. Dan itulah jiwa seorang pemimpin yang berani menentang siapapun (termasuk mitra koalisi) jika mencoba memaksakan kehendak hanya untuk kepentingan golongannya.
JIL kali yg harus dijinakan,,, hati-hati aja… JIL itu buas…
setuju dengan mas GUGI sahabatku … yang nulis malah track recordnya mengkhawatirkan … bgtttttt, waspadalah saudaraku, jangan memainkan emosi apalagi benci dan sakit hati dalam menentukan kebenaran!!!! jangan karena fanatisme personal anda jadi melupakan kebenaran!!!!!!!
BUAT Bung Jimi … “KITA HARUS MAJU SENANG ATAU TIDAK!!!! MAU NEO LIBERALISM ATAU APA KEK…. Jika itu demi kemajuan anak anak kita agar lebih canggih dan maju… SAYA TELAN PAHITNYA…” yang namanya NEOLIBERALISME GAK AKAN BIKIN MAJU ANAK2 APALAGI BANGSA BUNG, MAKANYA DITENTANG … NGERTOS???
Regards
Hidup Mahasiswa!!!
Hidup rakyat Indonesia!!!
“Kita harus selalu awas, we have to be vigilant. Saya optimis tidak akan terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dari sudut isu-isu pluralisme dan kebebasan beragama,” pungkas Ulil……..”
Istigfarlah Ulil saudaraku yang tercinta, selagi jalan Allah masih terbuka untukmu, jangan engkau menjual agamamu dengan hal2 duniawi yang bahkan hanyalah BUAH PIKIRAN MANUSIA, PIKIRAN YANG AMAT TERBATAS DAN SELALU ENGKAU PUJA BAHKAN MELEBIHI PEMUJAANMU KEPADA KATA2 TUHANMU … Kebebasan beragama adalah hal yang dibela oleh Islam, tapi Bukan berarti lantas Kamu menganggap SEMU AGAMA ITU SAMA, bahkan memperbolehkan dan MEMBELA lahirnya AJRAN2 SESAT TERTENTU yang JUSTRU MENODAI AGAMA yang telah Ada … BUKAN KEBEBASAN YANG SEPERTI ITU bung Ulil …
Semoga Allah merahmati kita semua, dan yang pasti, ketika LIBERALISME, KAPITALISME, dan PEMIKIRAN2 BARAT yang katanya MODERN itu Masih bercokol di Indonesia, jangan harap perubahan yang Selalu KALIAN Teriakan akan HADIR, bahkan TERCIUM pun Tidak!!! Kembalilah kepada fitrah dan Tuhanmu Saudaraku …
Af1
Saya justru tidak setuju dengan pendapatnya mas ulil. Polemik mengenai pak Bod’ ini bukan menjadi rahasia umum lagi, contohnya pada saat menjabat sebagai Menkeu, berkaitan dengan regulasi yg tidak jelas dari jaringan supermarket asing (disinyalir ini permintaan IMF). Masalah berikutnya kenapa saya meragukan beliau adalah dalam bidang keagamaan yang terkesan mengusung kebablasan dalam beragama. Anda bisa bayangkan berapa banyak lagi pemahaman sesat yg akan mendapat legalitas jika pak Bod’ ini terpilih nantinya.
yang penting menjadikan indonesia menjadi “lebih baik” tentunya dengan cara-cara yang “baik” pula.
Terus terang, saya khawatir nanti BUMN kita habis dijual semua oleh Pak Boed. Bukankah Pak Boed akan terus menjual BUMN dengan alasan pengelolaan BUMN itu tidak efisien? Apabila tidak efisien, mengapa tidak mengganti direksi dan manajemen BUMN itu dengan orang yang bisa membuat BUMN itu efisien?
Negara tetangga kita yang kecil, Singapura, BUMN-nya efisien tuh.
Selamat….selamat….selamat……………..
Sekarang kita jangan memandang masa lalu yang tidak terlalu perlu, namun kedepan apa yang akan dilakukan diluar ide2 dan rencana Presiden…………….
Beri Komentar